kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

BK DPR minta polisi usut video asusila


Selasa, 03 Juli 2012 / 15:16 WIB
ILUSTRASI. Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson's


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can


JAKARTA. Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (BK DPR) meminta Kepolisian mengusut pelaku dan penyebar video asusila yang diduga melibatkan anggota DPR. Wakil Ketua BK DPR Siswono Yudhohusodo mengaku telah mengirikan surat secara langsung ke Markas Besar Kepolisian melalui pimpinan DPR.

Siswono mengaku surat tersebut telah dilayangkan tiga pekan lalu. "Kita tunggu saja hasil pengusutan Mabes Polri," katanya, Selasa (3/7).

Sebelumnya, BK DPR telah meminta keterangan dari tiga orang ahli telematika mengenai video tersebut. Namun, BK DPR tidak memperoleh jawaban yang memuaskan lantaran ketiga ahli tersebut memberikan pendapat yang berbeda-beda. "Satu orang ahli mengatakan bahwa pelaku dalam video asusila itu mirip dengan anggota KMN, satu orang ahli mengatakan tidak mirip dan satu ahli lain tidak memberikan kesimpulan," kata Siswono.

BK DPR juga telah meminta keterangan Karolin. Anggota fraksi PDIP itu membantah menjadi pelaku dalam video asusila tersebut.

Karolin menilai ada muatan politis dibalik penyebaran video itu. Dia menuding ada upaya untuk menghambat ayahnya, Cornelis maju dalam pemilihan kepala daerah Kalimantan Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×