kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.964   117,00   0,66%
  • IDX 5.868   -327,57   -5,29%
  • KOMPAS100 777   -47,37   -5,75%
  • LQ45 587   -32,03   -5,17%
  • ISSI 203   -11,64   -5,43%
  • IDX30 333   -16,41   -4,69%
  • IDXHIDIV20 412   -16,48   -3,85%
  • IDX80 88   -5,40   -5,76%
  • IDXV30 113   -5,07   -4,31%
  • IDXQ30 108   -4,56   -4,06%

BI Targetkan QRIS Dapat Dipakai di China dan Korea Selatan Mulai 2026


Rabu, 19 November 2025 / 18:11 WIB
BI Targetkan QRIS Dapat Dipakai di China dan Korea Selatan Mulai 2026
ILUSTRASI. Pengunjung mencoba memindai QRIS Korea Selatan saat Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025 di Jakarta, Kamis (30/10/2025). Bank Indonesia (BI) memastikan mulai 2026, masyarakat Indonesia dapat bertransaksi menggunakan QRIS di China dan Korea Selatan.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa mulai 2026, masyarakat Indonesia dapat bertransaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di China dan Korea Selatan.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyatakan bahwa kedua negara tersebut masuk dalam daftar prioritas perluasan kerja sama pembayaran lintas negara menggunakan QRIS. Upaya penjajakan telah dilakukan dan ditargetkan rampung tahun depan.

“Untuk Jepang sudah bisa dicoba. Kalau mau beli sushi di Tokyo sudah bisa. Mudah-mudahan awal tahun depan, beli dimsum di Beijing juga bisa, lalu berikutnya Tteokbokki di Seoul juga bisa,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga: Korea Selatan Buka Akses Bebas Visa bagi Turis Grup dari China

Selain China dan Korea Selatan, BI juga menargetkan perluasan kerja sama serupa dengan India.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa proses realisasi QRIS di Arab Saudi masih membutuhkan waktu lebih panjang. Negosiasi intens terus dilakukan dengan berbagai otoritas terkait.

“Prosesnya masih panjang, tetapi kami terus berunding dengan bank sentral maupun Kementerian Haji Arab Saudi agar kerja sama ini dapat terwujud,” jelas Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×