kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BI sambut baik kenaikan ranking kemudahan usaha


Rabu, 26 Oktober 2016 / 14:15 WIB
BI sambut baik kenaikan ranking kemudahan usaha


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Agus Martowardojo, Gubernur BI menyambut baik perbaikan peringkat kemudahan berusaha Indonesia yang diberikan oleh Bank Dunia. Walaupun dengan perbaikan tersebut, peringkat ease of doing business masih di level 91, atau jauh dari peringkat 40 yang ditargetkan Presiden Jokowi, perbaikan tersebut menurutnya, sudah cukup menggembirakan.

Apalagi kata Agus, perbaikan peringkat kemudahan berusaha Indonesia tersebut merupakan salah satu yang terbaik. "Ini sejalan dan kalau sekarang bisa di bawah 100 itu suatu langkah baik bagi Indonesia." katanya di Komplek Istana Negara, Rabu (26/10).

Agus mengatakan, agar kemudahan berusaha ke depan terus membaik, pemerintah dan semua pemangku dia harap bisa semakin bersinergi. "Karena memperbaiki kemudahan usaha tersebut butuh usaha bersama, bukan hanya pemerintah pusat tapi juga daerah," katanya.

Bank Dunia, melalui lapiran kemudahan berusaha yang diluncurkan Selasa (25/10) di Washington mengumumkan, peringkat kemudahan usaha Indonesia membaik 15 peringkat dari posisi 106 menjadi 91. Dalam laporan tersebut, Indonesia masuk dalam 10 negara yang mencapai peningkatan tertinggi.

Rodrigo Chaves, Keplaa Perwakilan Bank Dunia unyuk Indonesia dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan Rabu (26/10) menyatakan, perbaikan peringkat tersebut diberikan terkait rekor Indonesia dalam mmperbaiki kemudahan berusaha. Menurut Bank Dunia, dalam setahun terakhir, Indonesia telah mempu melakukan tujuh reformasi untuk memperbaiki iklim usaha bagi pengusaha lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×