kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

BI: Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi wajar


Rabu, 08 Juli 2015 / 15:54 WIB
BI: Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi wajar


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank Indonesia menilai wajar banyak lembaga keuangan internasional yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu karena mereka melihat kondisi ekonomi dunia termasuk Indonesia dalam kacamata yang konservatif.

Salah latu lembaga keuangan yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah International Monetary fund (IMF). IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sebesar 4,7% saja.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, dalam beberapa hal pihaknya juga menilai perkembangan ekonomi dunia memang perlu mendapatkan perhatian. Beberapa di antaranya, adalah kondisi yang terjadi di Amerika Serikat, China dan Yunani.

Agus menilai, pertumbuhan ekonomi China memang sedang mengalami koreksi, terutama di pasar modalnya. Pasar modal China mengalami koreksi yang cukup tajam hingga 30%. "Kondisi ini akan berdampak pada negara-negara mitra mereka, termasuk kita," ujar Agus, Rabu (8/7) di Istana Negara, Jakarta.

Kemudian Yunani. Saat ini menurutnya semua negara masih mengamati perkembangan di Negeri Para Dewa tersebut, terutama pasca hasil referendum yang dikeluarkan. Meski hasil referendum mengatakan Yunani menolak bantuan, sejumlah pihak masih melihat peluang akan terjadinya kesepakatan dengan kreditur.

Kemudian, kondisi di AS sendiri menurut Agus masih menunjukan pemulihan ekonomi yang cukup konsisten. Perbaikan itu, dinilai bisa menimbulkan guncangan dikemudian hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×