kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.993   -192,28   -3,71%
  • KOMPAS100 630   -27,52   -4,18%
  • LQ45 488   -20,10   -3,95%
  • ISSI 172   -7,34   -4,09%
  • IDX30 274   -10,15   -3,58%
  • IDXHIDIV20 357   -9,14   -2,49%
  • IDX80 72   -3,05   -4,04%
  • IDXV30 100   -1,89   -1,84%
  • IDXQ30 90   -3,14   -3,37%

BI-Rate Berpeluang Naik 25–50 Bps hingga Akhir Tahun 2026


Minggu, 18 Oktober 2026 / 12:49 WIB
BI-Rate Berpeluang Naik 25–50 Bps hingga Akhir Tahun 2026
ILUSTRASI. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) diproyeksi masih akan naik di kisaran 25 bps hingga 50 bps hingga akhir tahun 2026 (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Peluang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) masih terbuka pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Oktober 2026.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, BI masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuan dalam RDG.

"Ada ruang dan peluang kenaikan BI Rate pada RDG," ujar David kepada Kontan, Minggu (18/10/2026).

Baca Juga: BI Dorong Kerja Sama Internasional Melalui Penguatan Mata Uang Lokal

Menurut David, salah satu faktor yang perlu dicermati adalah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada akhir tahun. Apabila terealisasi, kenaikan suku bunga AS berpotensi memengaruhi pergerakan arus modal global dan menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Selain itu, harga minyak dunia yang masih tinggi juga menjadi perhatian. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan inflasi, terutama melalui kenaikan biaya energi dan transportasi. Kondisi tersebut berpotensi mempersulit upaya menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah dianggap menjadi pertimbangan bagi BI dalam menentukan arah suku bunga. Pergerakan nilai tukar yang tertekan dapat meningkatkan risiko imported inflation atau inflasi yang bersumber dari kenaikan harga barang impor.

Baca Juga: Sekjen PBB Antonio Guterres Tiba di Indonesia, Dijadwalkan Bertemu Prabowo

Kombinasi faktor eksternal tersebut membuat ruang penyesuaian suku bunga acuan tetap terbuka, terutama apabila tekanan terhadap rupiah dan ekspektasi inflasi semakin meningkat.

Terkait besaran kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, David memperkirakan BI berpeluang menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga 50 bps.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×