kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.827   18,00   0,11%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

BI ramal inflasi Juli lebih rendah dari Ramadan


Jumat, 08 Juli 2016 / 11:05 WIB
BI ramal inflasi Juli lebih rendah dari Ramadan


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memprediksikan inflasi pada Juli 2016 atau setelah Lebaran akan lebih rendah dibandingkan pada masa Ramadan atau bulan Juni kemarin.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, Inflasi rendah pada Juli karena penurunan daya beli masyarakat setelah Lebaran.

"Kalau pola inflasi setelah Lebaran selalu lebih rendah dibandingkan masa puasa. Masa puasa, biasanya dulu 0,9% - 1,2%. Kemarin kita kan mencapai 0,6%. Jadi lebih bagus pencapaiannya," kata Mirza saat ditemui di rumas dinas Menko Perekonomian Darmin Nasution, Jalan Widya Chandra IV, Jakarta, Kamis (7/7).

Menurut Mirza, Inflasi pada Juli juga disebabkan oleh masuknya tahun ajaran baru sekolah. Sehingga masyarakat membeli keperluan sekolah.

"Kalau Juli, walaupun ada tahun ajaran baru dan inflasi agak lebih tinggi, tapi menurut kami polanya pola yang normal," ucapnya.

Namun, Mirza tidak memberitahukan kisaran berapa Inflasi pada Juli. Pasalnya, dirinya belum melihat analisa inflasi yang dikerjakan oleh Bank Indonesia.

Mirza juga mengungkapkan ke depannya pemerintah bisa menekan Inflasi pada saat Ramadhan hingga di bawah 0,5 persen. Asalkan pemerintah bisa mengontrol harga-harga bahan pokok.

"Mudah-mudahaan, tahun-tahun depan sesuai harapan Presiden (Joko Widodo). Kalau harga-harga makanan suplai jauh lebih baik, mudah-mudahan tahun depan inflasi masa puasa di bawah 0,5%. Itu akan bagus," pungkasnya. (Achmad Fauzi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×