kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

BI prediksi inflasi bulanan akan sebesar 0,22% pada Desember 2020


Minggu, 06 Desember 2020 / 17:38 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia memprediksi perkembangan harga pada bulan Desember 2020 diperkirakan akan mengalami inflasi atau peningkatan harga.  Berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dilakukan pada minggu pertama Desember 2020, inflasi diperkirakan akan sebesar 0,22% mom. 

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Desember 2020 secara tahun kalender sebesar 1,46% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,46% (yoy),” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Grup Departemen Komunikasi Junanto Herdiawan dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Minggu (6/12). 

Penyumbang utama inflasi yakni berasal dari cabai merah yang naik sebesar 0,04% mom, kemudian telur ayam ras dan cabai rawit masing-masing naik sebesar 0,03% mom, tomat naik sebesar 0,02% mom, serta minyak goreng, jeruk, dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% mom. 

Baca Juga: Pemerintah pastikan tarif listrik periode Januari-Maret 2021 tak naik

Sementara itu, Junanto juga mengatakan, masih ada beberapa komoditas yang menyumbang deflasi yakni berasal dari komoditas emas perhiasan yang turun sebesar -0,07% mom dan bawang merah turun sebesar -0,01% mom. 

Lebih lanjut, Junanto mengatakan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. 

BI juga akan terus melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Selanjutnya: Lagi, Perry Warjiyo ingatkan bank untuk turunkan suku bunga kredit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×