kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.908   38,00   0,21%
  • IDX 5.654   -166,45   -2,86%
  • KOMPAS100 730   -22,00   -2,92%
  • LQ45 558   -15,48   -2,70%
  • ISSI 196   -5,20   -2,59%
  • IDX30 317   -8,41   -2,59%
  • IDXHIDIV20 391   -9,74   -2,43%
  • IDX80 83   -2,46   -2,88%
  • IDXV30 106   -2,08   -1,92%
  • IDXQ30 102   -2,70   -2,57%

BI perkirakan neraca pembayaran tahun 2020 bakal surplus, ini penopangnya


Kamis, 11 Februari 2021 / 16:39 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan neraca pembayaran tahun 2020 bakal mencetak surplus.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di keseluruhan tahun 2020 akan mencetak surplus.

“Didukung dengan NPI pada kuartal IV-2020 yang nantinya juga surplus. Sehingga NPI di keseluruhan tahun lalu masih akan surplus,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (9/2) via video conference.

Tak hanya itu, kinerja positif neraca transaksi berjalan pada kuartal IV-2020 juga diperkirakan masih akan berlanjut, setelah pada kuartal III-2020 neraca transaksi berjalan mencetak surplus US$ 1,0 miliar atau setara 0,4% dari produk domestik bruto (PDB).

Baca Juga: Gubernur BI optimistis aliran modal asing yang masuk capai US$ 19,6 miliar tahun ini

Sehingga secara keseluruhan di tahun 2020, defisit neraca transaksi berjalan atau currenct account deficit (CAD) diyakini akan berada di kisaran 0,5% dari PDB.

Kemudian, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik kembali berlanjut dan ini pun menjadi salah satu alasan yang memperkokoh posisi cadangan devsia hingga akhir Desember 2020.

BI mencatat, cadangan devisa hingga akhir Desember 2020 sebesar US$ 135,9 miliar atau setara pembiayaan 10,2 bulan impor atau 9,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Dengan kondisi tersebut, BI juga masih yakin prospek nilai tukar rupiah akan semakin berdaya ke depannya. Selain karena masih bergerak sesuai dengan fundamentalnya, rupiah pun masih memiliki bantalan utama berupa cadangan devisa yang tambun.

Selanjutnya: Gubernur BI Perry Warjiyo sebut pertumbuhan ekonomi 2020 meleset dari perkiraan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×