kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

BI: Perilaku pasar mengarah ke 'bubble'


Kamis, 01 Maret 2018 / 21:15 WIB
ILUSTRASI. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Gejolak di pasar finansial yang disebabkan oleh faktor eksternal, yakni shock yang besar di Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih akan berlanjut.

Namun, hal ini dianggap wajar. Sebab, sebelum global sell-off ini, kenaikan harga aset yang terjadi sudah terlalu kencang.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Doddy Zulverdi mengatakan, dengan kenaikan yang terlalu kencang ini, sudah seharusnya ada koreksi.

“Di pasar global, saham atau obligasi banyak orang bilang harganya sudah terlalu tinggi. Sebelum koreksi kemarin, harga saham terus naik,” kata Doddy di Gedung BI, Kamis (1/3).

Ia mengatakan, rencana kenaikan The Fed Fund Rate (FFR) dan kenaikan yield di AS juga sudah jelas. Adapun faktor adanya defisit fiskal di AS sudah jelas.

“Jadi, banyak yang mengatakan itu berlebihan. Cenderung mengarah ke bubble,” ujarnya.

Doddy mengatakan, dengan demikian pihaknya bersiap-siap agar pembalikan yang terjadi tidak terlalu mendadak sehingga proses adjustment bank sentral juga bisa disesuaikan.

Ini kemungkinan akan terjadi setelah penentuan suku bunga acuan di AS pada pekan ketiga Maret.

“Kami berharap mereka akan menunggu sampai Maret. Kita masih bisa rebound. Mudah-mudahan koreksi ini terjadi secara orderly dan adjustment tidak akan membuat kepanikan," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×