kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

BI: Mei berpotensi deflasi 0,09%


Jumat, 31 Mei 2013 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Bahan Alami yang Bisa Membantu Mengurangi Dengkuran saat Tidur


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, pada bulan Mei ini terjadi deflasi 0,09%. Ini berdasarkan pemantauan harga yang dilakukan BI di berbagai kota. "Ini pemantauan kami pada minggu ketiga bulan ini," ucap Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, Jumat, (31/5).

Perry menyebutkan, deflasi terjadi karena turunnya beberapa harga komoditas bahan pokok. Seperti bawang merah yang minus 0,21%, bawang putih yang minus 0,12%, lalu tomat yang minus 0,12%. Maka dari itu, BI memproyeksi, deflasi Mei akan ada pada kisaran 0-0,09%.

Sedangkan, secara moderat deflasi bisa ada di posisi minus 0,05%. Meski begitu, ia mengaku belum melihat adanya ekspektasi inflasi di bulan ini. BI hanya melihat, dalam 3 bulan ke depan ada kemungkinan kenaikan inflasi.

Ini karena adanya kemungkinan harga-harga yang naik karena bulan Ramadan. Selain itu, ada juga dampak dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×