kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.103   73,00   0,40%
  • IDX 5.886   13,01   0,22%
  • KOMPAS100 765   1,83   0,24%
  • LQ45 583   0,46   0,08%
  • ISSI 203   0,43   0,21%
  • IDX30 330   -0,19   -0,06%
  • IDXHIDIV20 409   -1,76   -0,43%
  • IDX80 87   0,25   0,29%
  • IDXV30 111   -0,21   -0,19%
  • IDXQ30 107   -0,40   -0,38%

BI: Mei berpotensi deflasi 0,09%


Jumat, 31 Mei 2013 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Bahan Alami yang Bisa Membantu Mengurangi Dengkuran saat Tidur


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, pada bulan Mei ini terjadi deflasi 0,09%. Ini berdasarkan pemantauan harga yang dilakukan BI di berbagai kota. "Ini pemantauan kami pada minggu ketiga bulan ini," ucap Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, Jumat, (31/5).

Perry menyebutkan, deflasi terjadi karena turunnya beberapa harga komoditas bahan pokok. Seperti bawang merah yang minus 0,21%, bawang putih yang minus 0,12%, lalu tomat yang minus 0,12%. Maka dari itu, BI memproyeksi, deflasi Mei akan ada pada kisaran 0-0,09%.

Sedangkan, secara moderat deflasi bisa ada di posisi minus 0,05%. Meski begitu, ia mengaku belum melihat adanya ekspektasi inflasi di bulan ini. BI hanya melihat, dalam 3 bulan ke depan ada kemungkinan kenaikan inflasi.

Ini karena adanya kemungkinan harga-harga yang naik karena bulan Ramadan. Selain itu, ada juga dampak dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×