Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. Bank Indonesia (BI) berencana meluncurkan teknologi transaksi pembayaran menggunakan pemindai wajah atau face recognition. Inovasi ini salah satunya untuk merespons kebutuhan transaksi tanpa menggunakan smartphone.
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, inovasi ini juga untuk merespons kebutuhan santri pesantren, karena biasanya para santri tidak diperbolehkan membawa smartphone ke pondok tersebut.
Sehingga, untuk memenuhi transaksi tanpa smartphone dibutuhkan inovasi dan teknologi pembayaran yang mudah, yakni dengan menggunakan pemindai wajah. Menurutnya, saat ini uji coba sistem pembayaran tersebut sedang dilakukan di pesantren.
“BI saat ini sedang ujicoba teknlogi dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk fasilitasi transaksi pembayaran menggunakan biometric atau face recognition,” tutur Filianingsih dalam Side Event G20 - Digital Finance to Support Financial Inclusion di Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/7).
Baca Juga: IMF Minta Bank Sentral Naikkan Suku Bunga Acuan, Begini Respons BI
Adapun Fili mengatakan, uji coba inovasi sistem pembayaran baru ini dilakukan dalam kerangka sandbox yang dimiliki Bank Indonesia bersama dengan sejumlah bank dan lembaga keuangan nonbank.
“Kami sebut ini inovasi, jika tidak bisa membawa gadget maka bisa melakukan transaksi pembayaran dengan pengenalan wajah dengan QRIS dan dengan instrumen transaksi lainnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Fili mengatakan proses uji coba yang dilakukan BI ini akan dilakukan di pesantren. Nantinya alat pemindai wajah tersebut akan terhubung dengan e-money yang dimiliki santri. Sayangnya, Ia tidak menjelaskan lebih jauh terkait perkembangan uji coba tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













