kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

BI jelaskan pelajaran berharga dari krisis global 2008


Jumat, 28 Mei 2021 / 13:26 WIB
ILUSTRASI. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krisis finansial yang pernah melanda global pada tahun 2008 - 2009 tetap membawa pelajaran berharga bagi Indonesia. 

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, pelajaran yang bisa dipetik dari krisis tersebut adalah dengan lebih memperhatikan stabilitas sistem keuangan lewat kebijakan makro prudensial. 

“Yang sifatnya countercyclical terhadap siklus keuangan sehingga bisa menjadi komplemen dari kebijakan moneter,” ujar Destry dalam webinar Peran Kebijakan Makroprudensial dalam Pemulihan Ekonomi, Jumat (28/5). 

Memang, kebijakan moneter sudah ada dan kerangka kebijakan moneter ini menjaga inflasi dan nilai tukar rupiah. Namun, ini bukan menjadi jaminan akan terciptanya stabilitas makroekonomi secara keseluruhan. 

Kemudian, kebijakan makro prudensial yang ada untuk memitigasi risiko makro finansial diimplementasikan oleh bank sentral lewat instrumen makro prudensial berbasis kredit bank, likuiditas bank, serta berbasis permodalan bank. 

Baca Juga: Pada tahun lalu, BI cetak surplus operasional sebesar Rp 26,29 triliun

Lewat kebijakan makro prudensial tersebut, hubungan kondisi komponen mikro dalam sistem keuangan digadang mampu semakin memperkuat stabilitas makroekonomi. 

Hal ini disebabkan oleh kemampuan kebijakan makro prudensial yang secara fleksibel mengelola ketidakseimbangan keuangan secara keseluruhan maupun tertarget pada sektor yang bisa mendorong akselerasi ekonomi. 

“Seperti misalnya sektor properti, otomotif, dan UMKM, bahkan sektor prioritas lainnya yang berorientasi ekspor,” tandas Destry. 

Selanjutnya: Wamenkeu Suahasil Nazara sebut aktivitas ekonomi Indonesia konsisten meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×