kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

BI: Inflasi Desember diperkirakan hanya 0,55%


Jumat, 27 Desember 2019 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Grace Olivia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Survei pemantauan harga oleh Bank Indonesia (BI) hingga minggu keempat menunjukkan perkiraan inflasi Desember sebesar 0,55% secara month-on-month (mom). 

Meski naik dari proyeksi di pekan sebelumnya 0,42%, perkiraan inflasi tersebut masih lebih rendah dari rata-rata historis inflasi setiap Desember selama lima tahun terakhir yang sebesar 0,58%. Oleh karena itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, inflasi Desember secara tahunan hanya 2,93%. 

Baca Juga: IHSG menguat lagi pada Jumat (27/12), sektor perkebunan melonjak 2,89%

“Jadi ini di bawah 3%. Perkiraan kami sebelumnya di sekitar 3,1%. Alhamdulillah inflasi kita tahun ini di bawah 3% dan itu menjadi suatu kinerja yang sangat bagus karena selama lima tahun terakhir inflasi di sekitar 3%,” tutur Perry, Jumat (27/12). 

Penyumbang inflasi Desember, lanjutnya, yaitu angkutan udara sebesar 0,07%, telur ayam 0,08%, dan bawang merah 0,08%.  Sementara komoditas yang mengalami deflasi yaitu cabai merah 0,05% dan cabai rawit 0,02%. 

Baca Juga: Data DHE terintegrasi, pemerintah lebih mudah beri insentif bagi eksportir yang patuh

Dengan capaian inflasi yang relatif rendah dan stabil sepanjang tahun 2019 ini, Perry meyakini target inflasi pada tahun 2020 juga akan tercapai yakni pada sasaran 3% plus minus 1. 

Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan BI berada dalam rentang 5,1%-5,5% di 2020, serta defisit neraca transaksi berjalan yang diharapkan terus menyempit ke kisaran 2,5%-3% seiring dengan surplus neraca modal yang lebih tinggi sehingga stabilitas eksternal dan cadangan devisa Indonesia lebih baik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×