kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.765   -53,00   -0,30%
  • IDX 6.214   205,88   3,43%
  • KOMPAS100 828   33,85   4,26%
  • LQ45 621   24,05   4,02%
  • ISSI 213   6,60   3,20%
  • IDX30 351   12,51   3,69%
  • IDXHIDIV20 432   14,88   3,56%
  • IDX80 93   3,66   4,09%
  • IDXV30 116   3,34   2,96%
  • IDXQ30 113   3,70   3,39%

BI: Harga komoditas yang akan mempengaruhi inflasi


Jumat, 09 Desember 2011 / 11:51 WIB
ILUSTRASI. Izin dari BPOM mampu meningkatkan kepercayaan investor asing untuk masuk ke pasar saham Indonesia.


Reporter: Anna Suci Perwitasari |

NUSA DUA. Bank Indonesia (BI) meyakini rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) serta memperketat BBM bersubsidi tak akan mempengaruhi inflasi tahun depan. Hal tersebut diungkapkan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono di Nusa Dua Bali, Jumat (9/12).

Lebih lanjut, Hartadi melihat ke depan harga minyak dunia cenderung mengalami penurunan. Sehingga subsidi BBM tahun depan dapat ditekan. BI masih memperkirakan inflasi 2012 di kisaran 4,5% plus minus 1%. Sedangkan pemerintah dalam APBN 2012 mengasumsikan inflasi akan mencapai 5,3%. “Yang akan mempengaruhi inflasi adalah harga komoditas karena berpengaruh pada sektor riil,” jelasnya.

Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi mencapai target 6,3% hingga 6,7% maka BI menyarankan agar pemerintah lebih banyak merealisasikan anggaran bagi proyek-proyek infrastruktur. "Seharusnya spending government diperbanyak di barang modal dan itu bisa menstimulus kegiatan sektor swasta juga nantinya,” ujar Hartadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×