kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

BI diprediksi akan menahan suku bunga acuan di level 4,00% hingga akhir 2020


Minggu, 20 September 2020 / 15:38 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia's logo is seen at Bank Indonesia headquarters in Jakarta, Indonesia, September 2, 2020. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate di angka 4,00% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan ini.

BI mempertahankan Lending Facility Rate di 4,75% dan Deposit Facility Rate di 3,25%. BI menyatakan bahwa keputusan mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate didasarkan pada pertimbangan menjaga stabilitas rupiah, sementara inflasi diprakirakan masih akan rendah.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom IKS, Eric Sugandi memproyeksikan bahwa BI akan tetap mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate di angka 4,00% sampai akhir tahun 2020 dan sepanjang tahun 2021.

Baca Juga: Bankir pastikan tren penurunan bunga kredit berlanjut

Menurutnya, penurunan BI 7-day Reverse Repo Rate dinilai berisiko menekan rupiah dan tidak banyak manfaatnya dalam mendorong pertumbuhan kredit perbankan.

Adapun, penurunan BI 7-day Reverse Rate hanya dapat memfasilitasi kredit perbankan dari sisi penawaran.

“Sementara permasalahan utama kredit perbankan ada pada sisi permintaan (berkait dengan penurunan investasi dan konsumsi rumah tangga),” kata Eric dalam keterangan resminya, Minggu (20/9).

Selanjutnya: Tahan suku bunga acuan di level 4%, Gubernur BI ungkap alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×