kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

BI Catat Pertumbuhan Uang Beredar Meskipun Melambat


Jumat, 23 Mei 2025 / 14:50 WIB
BI Catat Pertumbuhan Uang Beredar Meskipun Melambat
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian menunjukkan pertumbuhan meskipun melambat, seiring dengan melambatnya pertumbuhan kredit. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Indra Khairuman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian menunjukkan pertumbuhan meskipun melambat, seiring dengan melambatnya pertumbuhan kredit serta komponen uang beredar.

Ramdan Denny Prakoso, Departemen Komunikasi BI, menjelaskan bahwa posisi uang beredar luas (M2) di bulan April 2025 sebesar Rp 9.390,0 triliun. Angka tersebut tumbuh melambat 5,2% year on year (YoY), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 6,1% (YoY).

Ramdan mengatakan bahwa perkembangan tersebut dipicu oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) mencapai 6,0% (YoY) serta uang kuasi sebesar 2,4% (YoY).

Baca Juga: Bank Indonesia (BI) Dorong Transformasi IsDB Agar Berdampak Nyata

Lebih lanjut, perkembangan M2 bulan ini dipicu oleh penyaluran kredit yang juga mengalami perlambatan.

“Penyaluran kredit pada April 2025 tumbuh sebesar 8,5% (YoY), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,7% (YoY),” ujar Ramdan dalam keterangan resmi yang dikutip Kontan.co.id, Jumat (23/5).

Di sisi lain, tagihan bersih pada pemerintah pusat menunjukkan kontraksi yang signifikan, yaitu sebesar 21,0% (YoY), setelah sebelumnya mengalami kontraksi mencapai 8,7% (YoY).

Sementara itu, aset luar negeri bersih juga mencatatkan pertumbuhan yang melambat, dengan angka 3,6% (YoY), setelah pada bulan Maret 2025 tumbuh mencapai 6,0% (YoY).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×