kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.152   -5,00   -0,03%
  • IDX 7.692   68,34   0,90%
  • KOMPAS100 1.064   7,81   0,74%
  • LQ45 765   5,22   0,69%
  • ISSI 280   2,50   0,90%
  • IDX30 406   2,38   0,59%
  • IDXHIDIV20 491   1,84   0,38%
  • IDX80 119   0,79   0,67%
  • IDXV30 139   0,86   0,62%
  • IDXQ30 130   0,61   0,47%

BI Catat Pertumbuhan Uang Beredar Meskipun Melambat


Jumat, 23 Mei 2025 / 14:50 WIB
BI Catat Pertumbuhan Uang Beredar Meskipun Melambat
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian menunjukkan pertumbuhan meskipun melambat, seiring dengan melambatnya pertumbuhan kredit. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Indra Khairuman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian menunjukkan pertumbuhan meskipun melambat, seiring dengan melambatnya pertumbuhan kredit serta komponen uang beredar.

Ramdan Denny Prakoso, Departemen Komunikasi BI, menjelaskan bahwa posisi uang beredar luas (M2) di bulan April 2025 sebesar Rp 9.390,0 triliun. Angka tersebut tumbuh melambat 5,2% year on year (YoY), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 6,1% (YoY).

Ramdan mengatakan bahwa perkembangan tersebut dipicu oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) mencapai 6,0% (YoY) serta uang kuasi sebesar 2,4% (YoY).

Baca Juga: Bank Indonesia (BI) Dorong Transformasi IsDB Agar Berdampak Nyata

Lebih lanjut, perkembangan M2 bulan ini dipicu oleh penyaluran kredit yang juga mengalami perlambatan.

“Penyaluran kredit pada April 2025 tumbuh sebesar 8,5% (YoY), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,7% (YoY),” ujar Ramdan dalam keterangan resmi yang dikutip Kontan.co.id, Jumat (23/5).

Di sisi lain, tagihan bersih pada pemerintah pusat menunjukkan kontraksi yang signifikan, yaitu sebesar 21,0% (YoY), setelah sebelumnya mengalami kontraksi mencapai 8,7% (YoY).

Sementara itu, aset luar negeri bersih juga mencatatkan pertumbuhan yang melambat, dengan angka 3,6% (YoY), setelah pada bulan Maret 2025 tumbuh mencapai 6,0% (YoY).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×