kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS942.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.31%
  • RD.CAMPURAN 0.18%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%

BEM seluruh Indonesia akan kembali menggelar aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja


Senin, 19 Oktober 2020 / 16:35 WIB
BEM seluruh Indonesia akan kembali menggelar aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja
ILUSTRASI. Unjuk rasa UU Cipta Kerja. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: TribunNews.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (20/10/2020) besok pukul 13.00 WIB. Sebanyak 5.000 mahasiswa diperkirakan akan turun ke jalan menyuarakan pencabutan UU Cipta Kerja.

Mereka juga akan kembali menyuarakan tagar mosi tidak percaya kepada pemerintah dan wakil rakyat yang dinilai sama sekali tidak memihak terhadap kepentingan rakyat Indonesia. "Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan akan kembali turun aksi mendesak Presiden RI segera mencabut UU Cipta Kerja," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian Putra dalam keterangannya, Senin (19/10/2020).

"Estimasi massa aksi sebanyak 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia," ucapnya.

Remy mengatakan BEM SI menyayangkan sikap pemerintah yang justru menantang masyarakat untuk melakukan judicial review (JR) terhadap UU Cipta Kerja, ketimbang menuruti permintaan mencabut produk hukum tersebut.

Pemerintah dianggap menutup mata terhadap banyaknya penolakan berbagai elemen masyarakat atas pengesahan UU Cipta Kerja. Terlebih, Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendukung UU Cipta Kerja, serta melakukan revisi terhadap UU MK itu sendiri.

"Hal tersebut memberikan kesan bahwa melakukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja bukan merupakan cara yang efektif. Belum lagi berbagai tindakan represif dari aparat kepolisian pada massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja serta berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak UU Cipta Kerja," ujar dia.

Baca Juga: Temui Menko Polhukam Mahfud MD, buruh rokok minta perlindungan

6.000 Polisi Jaga Sekitaran Istana Negara

Aksi unjuk rasa akan kembali digelar sekelompok mahasiswa, buruh, dan organisasi masyarakat (Ormas) pada Selasa (20/10/2020) besok. Sebanyak 6.000 polisi akan disiagakan di sekitar Istana Negara untuk menjaga aksi unjuk rasa tersebut. 

Hal ini diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto di Polsubsektor Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2020). "Kalau surat dari intel memang ada. Kami sedang melakukan maping, berapa banyak massa yang akan turun, nanti," ujar Heru ditemui Wartakotalive.com.

Heru menegaskan kegiatan unjuk rasa dipastikan hanya boleh dilakukan di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat. Heru mengaku belum mendapatkan jumlah estimasi massa yang terlibat dalam unjuk rasa.

Namun pihaknya mengimbau agar massa bisa tertib dalam melakukan aksi demonstrasi. "Kami mengimbau aksi demo ini jangan ditumpangi oleh pihak-pihak lain yang akan mengacaukan situasi Jakarta," harap Heru.

Rencananya, aksi unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja besok diikuti oleh Mahasiswa, Buruh, dan Ormas.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Besok, BEM SI Kembali Gelar Unjuk Rasa Desak Presiden Cabut UU Cipta Kerja"

Selanjutnya: Sri Mulyani sebut Indonesia sudah masuk dalam tren pemulihan ekonomi

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×