kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.912   35,84   0,61%
  • KOMPAS100 771   5,84   0,76%
  • LQ45 585   3,65   0,63%
  • ISSI 205   0,97   0,48%
  • IDX30 331   1,84   0,56%
  • IDXHIDIV20 409   2,52   0,62%
  • IDX80 87   0,42   0,49%
  • IDXV30 110   0,18   0,17%
  • IDXQ30 107   0,51   0,48%

Belanja Produk Dalam Negeri Rendah, Jokowi Sentil Pemda, Kementerian/Lembaga


Selasa, 24 Mei 2022 / 19:18 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil realisasi penyerapan produk dalam negeri yang masih rendah


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil realisasi penyerapan produk dalam negeri yang masih rendah dari belanja pemerintah daerah (pemda), kementerian dan lembaga (K/L).

Padahal, ada komitmen akan belanja produk lokal sebesar Rp 802 triliun yang berasal dari kementerian/lembaga dan pemda. Kemudian komitmen Rp 296 triliun dari BUMN. Namun sayangnya komitmen yang besar tersebut belum diikuti dengan realisasi yang sejalan.

Hal tersebut disinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), ada Selasa (24/5). Realisasi belanja produk dalam negeri jadi poin yang paling disoroti Jokowi.

"Yang kita perlukan adalah realisasi, bagaimana merealisasikan. Karena realisasi masih di bawah 10%, masih Rp 110,2 triliun. Komitmen berapa? Mana yang sudah realisasi?," kata Jokowi, Selasa (24/5).

Baca Juga: Jokowi Minta Luhut Ikut Urusi Minyak Goreng, Ini Penjelasan Kemendag

Jokowi menekankan agar APBN maupun APBD yang notabene merupakan uang rakyat, seharusnya tidak digunakan dalam pembelian produk impor.

"Jangan sampai uang rakyat itu dibelikan produk-produk impor. Salah besar kita dalam kondisi sekarang ini mencari pendapatan untuk negara sangat sulit. Mencari devisa negara sangat sulit, uang di APBN, APBD malah dibelikan barang produk luar. Salah besar sekali," tegasnya.

Jokowi menyampaikan, dari 107 pemda serapan belanja produk dalam negeri masih 5%, bahkan Ia mengungkapkan ada 17 Pemda yang masih nol realisasi. Capaian realisasi tersebut disampaikan akan dibuka pada September mendatang.

"Sebetulnya tadi mau saya tayangin tapi ndak nanti bulan-bulan September biar keliatan semuanya. Nih Pemda mana nih K/L mana biar kapok ! Tayangkan, mana komitmennya 100 realisasi hanya 5," ungkapnya.

Ia menyebut apabila realisasi penyerapan belanja produk dalam negeri oleh pemerintah berjalan optimal Jokowi yakin akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi terutama penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: Realisasi Belanja APBD Turun 1,1% pada April 2022, Ini Kata Sri Mulyani

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×