kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.479   -51,00   -0,29%
  • IDX 6.739   -120,33   -1,75%
  • KOMPAS100 896   -19,51   -2,13%
  • LQ45 659   -10,94   -1,63%
  • ISSI 244   -4,16   -1,68%
  • IDX30 372   -4,76   -1,26%
  • IDXHIDIV20 456   -5,54   -1,20%
  • IDX80 102   -1,84   -1,77%
  • IDXV30 130   -1,77   -1,35%
  • IDXQ30 119   -1,20   -0,99%

Belanja Masyarakat Mulai Melambat, Ekonom Bank Mandiri Waspadai Tekanan Global


Senin, 11 Mei 2026 / 21:22 WIB
Belanja Masyarakat Mulai Melambat, Ekonom Bank Mandiri Waspadai Tekanan Global
ILUSTRASI. Prospek Pertumbuhan Ekonomi (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

Bank Mandiri juga menyoroti berubahnya ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga AS. Meski The Fed masih memberi sinyal peluang satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026, pasar justru memperkirakan belum ada penurunan suku bunga tahun ini.

Menurut Andry, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi arus modal, nilai tukar, hingga stabilitas pasar keuangan domestik.

Dari sisi domestik, Bank Mandiri melihat adanya tantangan berupa ketimpangan pertumbuhan antar kelompok masyarakat, sektor ekonomi, dan wilayah.

Meski demikian, Head of Macroeconomic and Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu Yustina menilai ekonomi Indonesia masih memiliki sejumlah penopang utama.

Baca Juga: Waspadai Gejolak Global, Bank Mandiri Perketat Penyaluran Kredit & Perkuat Likuiditas

Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 berada di kisaran 5,1%-5,5%, lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal I yang mencapai 5,61%.

Dian mengatakan, efek konsumsi Lebaran memang mulai mereda dan sejumlah indikator seperti penjualan ritel serta indeks keyakinan konsumen menunjukkan pelemahan.

Namun, konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah masih dinilai cukup kuat menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Peran belanja fiskal menjadi penting sebagai shock absorber," ujar Dian.

Selain itu, investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) mulai menunjukkan perbaikan. Penyerapan tenaga kerja dari investasi yang masuk pada awal 2026 juga mulai meningkat.

Baca Juga: Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri Capai Rp 316 Triliun di Tahun 2025

Menurut Dian, kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan makroprudensial yang akomodatif diharapkan dapat menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang masih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×