kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Bawang merah melimpah, kok, harga tetap melayang?


Senin, 02 Mei 2016 / 16:00 WIB
Bawang merah melimpah, kok, harga tetap melayang?


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Data produksi bawang merah Kementerian Pertanian meragukan. Walaupun Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono Kamino mengatakan produksi bawang merah saat ini sudah mencapai 100.000 ton, atau melebihi kebutuhan, jumlah tersebut belum berdampak ke harga.

Wahyu Kuncoro, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN mengatakan, dalam Rapat Koordinasi tentang Pangan Senin (2/5) ketidaksinkronan data produksi dan harga bawang tersebut membuat pemerintah ragu dalam ambil kebijakan.

"Ada keraguan apakah benar pasokan cukup. Kalau cukup, kenapa harganya masih tinggi," katanya di Kantor Menko Perekonomian, Senin (2/5).

Spudnik sementara itu memperkirakan, tingginya harga bawang merah tersebut kemungkinan disebabkan oleh penjualan bawang merah. Dia memperkirakan, bawang hasil produksi petani banyak yang tidak dilepas ke pasar.

"Ini yang namanya pedagang boleh mengatur, toh? Barang saya ada. Lebih baik ditahan sedikit," katanya.

Thomas T Lembong, Menteri Perdagangan, sementara itu usai rapat tersebut menolak berkomentar atas tingginya harga bawang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×