kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Bawang merah melimpah, kok, harga tetap melayang?


Senin, 02 Mei 2016 / 16:00 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Data produksi bawang merah Kementerian Pertanian meragukan. Walaupun Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono Kamino mengatakan produksi bawang merah saat ini sudah mencapai 100.000 ton, atau melebihi kebutuhan, jumlah tersebut belum berdampak ke harga.

Wahyu Kuncoro, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN mengatakan, dalam Rapat Koordinasi tentang Pangan Senin (2/5) ketidaksinkronan data produksi dan harga bawang tersebut membuat pemerintah ragu dalam ambil kebijakan.

"Ada keraguan apakah benar pasokan cukup. Kalau cukup, kenapa harganya masih tinggi," katanya di Kantor Menko Perekonomian, Senin (2/5).

Spudnik sementara itu memperkirakan, tingginya harga bawang merah tersebut kemungkinan disebabkan oleh penjualan bawang merah. Dia memperkirakan, bawang hasil produksi petani banyak yang tidak dilepas ke pasar.

"Ini yang namanya pedagang boleh mengatur, toh? Barang saya ada. Lebih baik ditahan sedikit," katanya.

Thomas T Lembong, Menteri Perdagangan, sementara itu usai rapat tersebut menolak berkomentar atas tingginya harga bawang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×