kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Baseline pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,3%


Kamis, 22 Januari 2015 / 16:06 WIB
Baseline pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,3%
ILUSTRASI. Nasabah menggunakan aplikasi GoPay usai peluncuran di Jakarta, Rabu (26/7/2023). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/26/072023.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah dinilai terlalu optimistis dalam memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,8% memang harus dicapai dengan upaya yang ekstra.

Pasalnya, menurut Bambang, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini secara baseline hanya tumbuh 5,3%. Baseline ini telah memperhitungkan tambahan anggaran belanja infrastruktur dan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kalau pemerintah ingin pertumbuhan sebesar 5,8%, berarti perlu ada upaya ekstra sebesar 0,5%. Setengah persen ekonomi tambahan ini jelas tidak bisa datang dari ekspor. "Harga komoditas rendah dan partner dagang kita mengalami penurunan," ujar Bambang dalam rapat dengan Komisi XI DPR Jakarta, Kamis (22/1).

Yang bisa diharapkan adalah dari sisi investasi baik itu konsumsi pemerintah ataupun dari investasi swasta. Apabila tambahan belanja disetujui oleh DPR maka anggarannya harus diserap sebesar-besarnya dan menggunakannya secara tepat sesuai dengan perencanaan.

Sedangkan untuk investasi swasta, iklim investasi harus dijaga. "Ini yang akan dibenahi di 2015, soal perizinan dan kemudahan berinvestasi," tandasnya.

Untuk pertumbuhan konsumsi rumah tangga sendiri, ia mengakui konsumsi rumah tangga masih relatif stabil pada kisaran 5,2%. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang ekonomi Indonesia, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×