kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Bappenas susun pengembangan pemakaian bahan bakar gas


Jumat, 03 Juni 2011 / 20:09 WIB
Bappenas susun pengembangan pemakaian bahan bakar gas
ILUSTRASI. Petugas melayani peserta BPJS Ketenagakerjaan di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah menyusun rencana jangka menengah pengembangan Bahan Bakar Gas (BBG). Kepala Bappenas/Menteri PPN Armida Alisjahbana mengatakan, penggunaan energi alternatif itu merupakan bagian dari pengembangan multimoda transportasi.

Rencana itu akan diterapkan di enam kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya, Medan, dan Makassar. Armida mengatakan, rencana itu merupakan bagian dari Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) yang diluncurkan pekan lalu.

Dalam menyusun rencana ini, Bappenas merujuk ke India. Menurut Armida, mobil pribadi di India memiliki catalytic converter kit yang memungkinkan pengguna bisa memakai BBM dan BBG. "Jadi dia bisa switch. Misalkan BBM mahal, switch ke gas," katanya.

Armida mengatakan, catalytic converter kit harus dipikirkan terlebih dahulu jika Indonesia ingin seperti India. Sebab, dia menilai harga alat tersebut cukup mahal yakni sekitar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per unit. "Bagaimana skema-skema untuk penyediaan itu," katanya. Selain itu, dia mengatakan pemerintah harus juga memperhatikan pola subsidi dan fasilitas infrastruktur pengisian BBG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×