CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Bapanas: Ada 4 Komoditas Pangan Yang Perlu Diwaspadai Persediaannya


Minggu, 20 Maret 2022 / 12:51 WIB
Bapanas: Ada 4 Komoditas Pangan Yang Perlu Diwaspadai Persediaannya
ILUSTRASI. Penjual daging sapi menunggu calon pembeli di los daging pasar Senen, Jakarta, Jumat (18/3/2022).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjamin sembilan komoditas pangan di bawah tanggung jawab Badan Pangan Nasional memiliki stok aman hingga akhir Mei kecuali empat komoditas yang perlu waspadai stoknya.

Dalam pertemuan virtual Jumat (18/3), Risfaheri mewakili Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan, setidaknya ada empat komoditas yang membutuhkan pasokan impor. Empat komoditas ini adalah kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi.

Risfaeheri mengatakan, kebutuhan kedelai nasional adalah 3 juta ton per tahun sedangkan produksi dalam negeri hanya mencapai 200.000 ton per tahun. Berdasarkan data prediksi dari Bapanas, Indonesia membutuhkan sekurangnya 250.000 ton hingga akhir Mei 2022.

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina Berlarut, Krisis Pangan Dunia Sudah di Depan Mata

“Kita hanya memiliki stok kedelai di akhir Mei 142.000 ton, maka sebagian besar kita memang harus impor. Jadi tentu kalau di luar naik harganya maka tentu akan mempengaruhi harga kedelai dalam negeri," kata Risfaeri

Selanjutnya dia menambahkan, produksi dalam negeri bawang putih hingga akhir Mei hanya memiliki cadangan stok 94.000 ton. Sedangkan kebutuhan bawang putih dalam negeri mencapai 50.000 ton per bulan.

Resfaeri menyebut, agar bisa dikatakan aman setidaknya komuditas memiliki cadangan stok hingga tiga bulan. “Jadi kalau semua komoditi ini bisa kami amankan punya stok tiga bulan, itu relatif sudah bisa melakukan stabilisasi pasokan harga” imbuh dia.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak, Begini Efeknya ke APBN

Risfaeri mengklaim, pasokan daging sapi juga perlu diwaspadai. Saat ini pasokan daging sapi baik sapi siap potong maupun daging sapi beku masih dipenuhi dari pasokan importir. Dia menambahkan, sebenarnya kita memiliki pasokan besar dari sapi lokal. 

Namun peternak lokal sulit dikendalikan dalam memastikan berapa banyak sapi yang siap dikontribusikan ke pasar. Sehingga kebutuhan daging sapi masih mengandalkan dari impor.

“Kemudian gula kita sebagian besar juga masih dipenuhi dari luar. Maka kita berharap sebelum musim panen gula importasi bisa terpenuhi,” imbuh Resfaeri.

Resfaeri menegaskan, komoditas pangan lain bisa dihasilkan dalam negeri dan stoknya relatif aman seperti beras, jagung, telur unggas, daging unggas, dan cabai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×