kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Banyak petugas pemilu meninggal, ini kata mendagri


Senin, 22 April 2019 / 18:04 WIB


Reporter: | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menunggu laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait banyaknya petugas yang gugur saat menjalankan tugas.

Sejumlah petugas pemilu jatuh sakit bahkan ada yang meninggal dunia. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bilang pemerintah akan memberi penghargaan kepada petugas pemilu yang gugur tersebut.

"Soal anggaran nanti biar dari Bawaslu fix-nya berapa yang sakit, berapa yang gugur," ujar Tjahjo usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/4).

Laporan tersebut termasuk dengan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas polri. Asal tahu saja, ada pula petugas polri yang bertugas dan gugur dalam pelaksanaan pemilu lalu.

Saat ini Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) masih menunggu data lengkap dari KPU. Sementara data petugas polri yang gugur telah lengkap diterima oleh Kemdagri.

"Secara utuh belum, data dari KPU dan Bawaslu sedang dilengkapi," terang Tjahjo.

Selain itu pemerintah juga akan melakukan evaluasi terkait pemilu serentak yang berlangsung beberapa waktu lalu. Pemerintah akan melakukan pembahasan bersama dengan DPR.

Beberapa poin telah menjadi evaluasi bagi Kemdagri menyangkut keputusan mahkamah Konstitusi (MK). Antara lain adalah apakah keserentakan harus dilakukan di hari dan jam yang sama dan masa kampanye yang mencapai sekian bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×