kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.922   11,00   0,06%
  • IDX 6.412   77,75   1,23%
  • KOMPAS100 847   11,30   1,35%
  • LQ45 638   5,57   0,88%
  • ISSI 221   3,00   1,38%
  • IDX30 359   2,43   0,68%
  • IDXHIDIV20 443   1,50   0,34%
  • IDX80 96   1,16   1,22%
  • IDXV30 120   0,93   0,78%
  • IDXQ30 115   0,46   0,40%

Banjir Jakarta bakal tambah beban inflasi


Jumat, 18 Januari 2013 / 09:01 WIB
ILUSTRASI. 4 Cara Membuat Kuku Pink Alami, Mudah Dicoba!


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Banjir besar kembali melanda Jakarta, Kamis (17/1) dan dikhawatirkan masih akan berlanjut. Banjir ini diperkirakan bakal ikut menambah potensi beban inflasi.

Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, potensi beban inflasi terjadi karena banjir kemarin melumpuhkan sebagian besar kegiatan ekonomi terutama disektor perdagangan, ritel, transportasi, manufaktur, logistik dan asuransi. "Harga bahan makanan diperkirakan menjadi andil inflasi yang terbesar," kata Lana di Jakarta, Jumat (18/1).

Banjir besar sebelumnya terjadi pada Januari 2007 dengan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp 2,2 triliun. Sebelum banjir Jakarta ini, badai siklon sempat membuat jalur pelayaran terganggu. Nelayan tidak melaut dan terputusnya distribusi Jawa-Sumatera. Ada kekhawatiran terganggunya suplai bahan makanan.

Hujan lebat di Jakarta dan sekitarnya (Jawa Barat - Puncak dan Bogor) diperkirakan terjadi hingga akhir Januari ini. Meskipun demikian, menurut Lana, sektor berbasis makanan jadi dan obat-obatan akan diuntungkan dalam jangka pendek ini. Selanjutnya sektor berbasis perbaikan rumah, peralatan rumah tangga (elektronik) dan infrastruktur juga akan diuntungkan pasca banjir ini. (Robertus Benny Dwi Koestanto/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×