kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

Banjir Bandang Solok Ditangani, Mendagri: Rp 38 Triliun Cair untuk Rehabilitasi


Rabu, 23 September 2026 / 17:12 WIB
Banjir Bandang Solok Ditangani, Mendagri: Rp 38 Triliun Cair untuk Rehabilitasi
ILUSTRASI. Polisi bantu penanganan banjir bandang di Solok (ANTARA FOTO/Fitra Yogi)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) untuk menangani dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp38 triliun yang disalurkan kepada 25 kementerian/lembaga (K/L).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan, anggaran tersebut telah dicairkan oleh Kementerian Keuangan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana. Alokasi terbesar berada di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), terutama untuk pemulihan infrastruktur.

“Saya informasikan dalam tahap rehab-rekon ini, Pak Presiden sudah mengalokasikan dan sudah Menteri Keuangan sudah mencairkan ke 25 kementerian/lembaga sebanyak lebih kurang Rp38 triliun, paling besar di Kementerian PU,” ujar Tito di Istana Kepresidenan, Rabu (23/9/2026).

Tito mengatakan, salah satu wilayah yang kini memasuki tahap penanganan lanjutan adalah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang sebelumnya terdampak banjir bandang.

Menurut dia, seluruh unsur penanganan bencana telah bergerak di wilayah tersebut, mulai dari TNI, Polri, BNPB, Kementerian PU hingga pemerintah daerah. Koordinasi juga dilakukan dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.

Baca Juga: Atasi Bencana di RI, Prabowo Minta BRIN Kaji Zat Paling Efektif Untuk Modikasi Cuaca

Tito menyebut, akses jalan yang sempat terputus antara Kabupaten Solok dan Kota Padang kini telah kembali dibuka. Setelah akses dipulihkan, pemerintah mulai melakukan proses pembersihan di wilayah terdampak.

“Semua sudah bergerak. Dan tadinya jalan sempat terputus antara Kabupaten Solok dan Kota Padang, tapi saya dapat laporan dari informasi dari lapangan, termasuk dari Menteri PU, sudah dibuka kembali normal,” katanya.

Selanjutnya, Kementerian PU telah menyiapkan rencana perbaikan berbagai infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana. Infrastruktur tersebut mencakup jalan, jembatan, bangunan hingga sungai dan bendungan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan sabo dam sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayah yang rawan terdampak aliran material akibat banjir bandang.

Tito menambahkan, pemulihan pascabencana di Sumatra tidak dapat dilakukan hanya dengan penanganan satu kali. Sebab, sejumlah wilayah masih menghadapi potensi bencana susulan akibat kondisi cuaca.

“Ini adalah salah satu tantangan kita. Karena ini bencana yang di Sumatra ini bukan sekali kemudian selesai. Terus diperbaiki. Tapi kita lagi sedang dalam tahap rehab recon,” jelas Tito.

Ia menyebut kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah bagian barat Sumatra, seperti Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang masih mengalami hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah daerah.

Baca Juga: Mendagri Minta Mitigasi Bencana Masuk Program Pemda

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di sejumlah wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan seperti Jambi, Sumatera Selatan dan Riau yang justru mengalami kekeringan.

Tito mengatakan, pemerintah juga telah menangani sejumlah kejadian banjir di wilayah lain, termasuk Aceh Tenggara, Kota Medan dan Kota Padang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana di Sumatra masih berlangsung.

Di sisi lain, pemerintah juga menggunakan anggaran rehab-rekon untuk memulihkan fasilitas publik yang terdampak bencana. Tito sebelumnya menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memperbaiki 4.922 sekolah yang terdampak.

“Untuk Kementerian PU ini selain jalan, jembatan, bangunan, juga sungai-sungai. Termasuk dam,” kata Tito.

Untuk Kabupaten Solok sendiri, Tito menyebut kerusakan akibat banjir bandang meliputi jalan, perumahan serta sejumlah fasilitas publik.

“Saya kira itu,” tutupnya. 

Sebelumnya, Banjir bandang melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi. 

Berdasarkan pembaruan data BNBP hingga Selasa (22/9/2026) pukul 18.45 WIB, satu warga meninggal dunia dan satu warga masih dalam pencarian. Selain itu, satu warga mengalami luka berat dan tiga warga mengalami luka ringan.

Sebanyak 9 kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi akibat kejadian tersebut. Pengungsian sementara berada di Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Dari sisi kerusakan, sekitar 100 unit rumah terdampak. Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan, meliputi dua kantor pemerintahan rusak berat dan sembilan kantor pemerintahan rusak ringan. Satu fasilitas kesehatan turut terdampak.

Selain itu, satu jembatan yang berada di jalur utama Arosuka mengalami putus. Kerusakan lahan pertanian masih dalam pendataan. Sebanyak 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor juga dilaporkan terdampak.

Baca Juga: Prabowo Pastikan Akan Tambah Alokasi Anggaran Untuk Mitigasi Kebencanaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×