kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.955   43,00   0,24%
  • IDX 6.021   -50,04   -0,82%
  • KOMPAS100 778   -7,12   -0,91%
  • LQ45 596   -5,25   -0,87%
  • ISSI 209   -1,87   -0,89%
  • IDX30 330   -2,83   -0,85%
  • IDXHIDIV20 421   -3,01   -0,71%
  • IDX80 89   -0,82   -0,91%
  • IDXV30 114   -0,77   -0,67%
  • IDXQ30 108   -0,52   -0,48%

Bandara dinilai kurang persiapan pemeriksaan corona, ini kata Kemenhub


Senin, 02 Maret 2020 / 11:33 WIB
ILUSTRASI. Petugas mengenakan alat pelindung diri memberikan informasi kepada penumpang di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (4/2/2020). Sejumlah pihak menilai bandara di Indonesia dinilai kurang siap dalam mela


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pihak menilai bandara di Indonesia dinilai kurang siap dalam melakukan pemeriksaan virus corona. Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengatakan, pihaknya akan terus mengkomunikasikan hal ini dengan kementerian/lembaga terkait.

Yang terang, hingga saat ini WHO pun telah menyatakan bahwa Indonesia mampu memiliki kemampuan deteksi dan pemeriksaan virus corona. "Tapi kami yakin bahwa sebagaimana WHO men-declare bahwa Indonesia mampu untuk melakukan penanganan corona," kata Djoko, Senin (2/3).

Baca Juga: Presiden Jokowi: Dua orang pasien di Indonesia positif terjangkit virus corona

Djoko mengatakan, bandara di Indonesia pun telah mampu melakukan prosedur awal pemeriksaan. "So far kami merasa bahwa kami secure ya," ujar dia.

Sebagai informasi, saat ini terdapat sebanyak 188 WNI ABK World Dream yang sebelumnya sudah berada di Pulau Seberu Kecil, Kepulauan Seribu. Hari ini rencananya, sebanyak 69 Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah dinyatakan sehat dari Kapal Diamond Princess akan diobservasi di Pulau Seberu Kecil, Kepulauan Seribu namun di lokasi terpisah.

Baca Juga: Tiga cara meningkatkan imun tubuh agar tak tertular virus corona

Peserta observasi mendapatkan makan tiga kali sehari, snack dan juga fasilitas cottage, poliklinik untuk memantau peserta observasi, tempat tidur di setiap kamar, kamar mandi, pendingin ruangan, hiburan tv, karaoke, tempat ramah tamah, peralatan olahraga, mesin cuci, perlengkapan perorangan, perlengkapan mandi dan sebagainya untuk kenyamanan peserta observasi. Serta dilengkapi base transceiver station (BTS) dari Telkom untuk memudahkan peserta observasi terhubung dengan keluarganya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×