kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Bahas VGF, pemerintah undang ahli internasional


Rabu, 12 September 2012 / 14:03 WIB
ILUSTRASI. Tempat dan kegiatan ini berpotensi menyebarkan Covid-19, jangan sampai lengah. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Edy Can


JAKARTA. Kementerian Keuangan akan mengumpulkan beberapa ahli internasional soal penggunaan Viability Gap Fund (VGF) untuk proyek infrastruktur pada 18 September mendatang. Pertemuan ini untuk meyakinkan bahwa penggunaan dana VGF itu bisa betul-betul dilaksanakan.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Deddy S. Priatna mengatakan, Menteri Keuangan Agus Martowardojo sudah setuju atas penggunaan dana awal tersebut. Rencananya, Agus akan menerbitkan peraturan bila ahli menyetujui penggunaan dana VGF itu.

Menurut Deddy, pemerintah akan menyediakan dana VFG sebesar Rp 400 miliar untuk 2013 mendatang. Dana itu untuk proyek Proyek Air Minum Lampung dan Proyek Air Minum Umbulan Jawa Timur. “Proyek Umbulan porsinya akan lebih besar tapi besarannya saya lupa,” katanya, Rabu (12/9).

Dana VGF ini sebagai bentuk dukungan ini terhadap investor yang ingin menanamkan modal di proyek yang tingkat return on investment- nya kecil. Sehingga, kalau investor swasta dibiarkan untuk menggarap sendiri proyek tersebut dikhawatirkan tidak akan mendapatkan untung atau proses balik modalnya lebih lama.

Deddy menyatakan, sudah ada beberapa proyek yang rencana akan didanai dengan dana VGF sudah siap lelang. Diantaranya adalah; proyek Air Minum Umbulan senilai US$ 300 juta- US$ 400 juta, Proyek Air Minum Maros senilai US$ 50 juta, Proyek Pembangunan Rel Kereta Pengangkut Batu Bara Kalimantan, Proyek Kereta Api Bandara Soekarno – Hatta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×