kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.035   35,00   0,21%
  • IDX 7.098   -86,70   -1,21%
  • KOMPAS100 981   -11,96   -1,20%
  • LQ45 719   -7,62   -1,05%
  • ISSI 253   -3,61   -1,40%
  • IDX30 391   -2,60   -0,66%
  • IDXHIDIV20 485   -2,28   -0,47%
  • IDX80 111   -1,18   -1,05%
  • IDXV30 134   -0,30   -0,22%
  • IDXQ30 127   -0,93   -0,73%

Awasi ketat produsen vaksin China, BPOM: Kami datang ke pabriknya langsung


Jumat, 23 Oktober 2020 / 04:51 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi vaksin Covid-19. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia telah mengamankan pasokan vaksin corona dari sejumlah negara. Salah satunya adalah China. Menurut kabar, vaksin corona asal China akan segera didistribusikan pada November. 

Terkait hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan para produsen vaksin telah menggunakan standar GMP (Good Manufacture Practice) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dalam pembuatan vaksin.

“(Kami) Datang ke pabriknya langsung, memeriksa semua fasilitas dan prosedur yang mereka lakukan, misalnya validasi pembuatan vaksin tersebut bagaimana, melakukan inaktivasi virusnya bagaimana, kemudian setiap tahapan itu dilihat dokumentasinya, apakah vaksin tersebut sudah memenuhi semua mutu yang dipersyaratkan,” ungkap Direktur Registrasi Obat Badan POM, Dr. Lucia Rizka Andalusia dalam Dialog Produktif “Kelanjutan Uji Klinis Vaksin COVID-19" di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (21/10) yang dilaksanakan secara virtual.

Menurutnya, pengecekan seluruh prosedur ini penting agar bisa sesuai dengan GMP atau CPOB yang berlaku di Indonesia. “Kami terjun ke sana sekitar 3-4 hari untuk mengecek prosedur tersebut,” ujar Lucia.

Baca Juga: Pemerintah pastikan vaksin corona yang nanti diberikan harus lulus uji klinis

Selain BPOM, delegasi Indonesia ke Negeri Panda ini juga mengikutsertakan Kementerian Agama dan MUI. Ini untuk menentukan tingkat keamanan dan kehalalan vaksin dari tiga produsen Tiongkok, Sinovac, Sinopharm dan CanSino. 

Selanjutnya: IDI surati Menkes Terawan agar tak tergesa-gesa soal vaksin corona, ini alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×