kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Aturan cuti Lebaran baru jadi dilema bagi pengusaha


Senin, 07 Mei 2018 / 20:54 WIB
ILUSTRASI. Benny Rachmadi - Pusing Karyawan Pada Cuti


Reporter: Abdul Basith | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aturan cuti dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang menambah masa cuti Lebaran masih tekan pengusaha. Meskipun, pemerintah telah menetapkan, aturan cuti di swasta bersifat fakultatif atau berdasarkan kesepakatan antara pekerja dan pengusaha.

"Walaupun fakultatif, tidak susah kita untuk meyakinkan pekerja untuk kembali 7 hari?" ujar Wakil Ketua Umum Kadin DKI Sarman Simanjorang kepada Kontan.co.id, Senin (7/5).

Peraturan tersebut akan menambah biaya operasional bagi pengusaha. Pengusaha akan menambah pengeluaran dengan memberikan lembur. Sementara bila libur dilakukan selama 11 hari akan membuat produksi turun. Penurunan tersebut akan berdampak kerugian bagi pengusaha.

"Libur mengganggu produktivitas pabrik ini dilematis bagi pengusaha," terang Sarman.

Sarman berharap agar pengusaha dilibatkan dalam pembentukan suatu kebijakan. Sarman bilang kebijakan yang berdampak pada dunia usaha seharusnya melibatkan pengusaha dari awal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×