kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Atasi stunting, Ma'ruf Amin minta ego sektoral dihilangkan


Rabu, 21 Oktober 2020 / 21:28 WIB
Atasi stunting, Ma'ruf Amin minta ego sektoral dihilangkan
ILUSTRASI. Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konvergensi atau penyatuan berbagai program di seluruh Indonesia dibutuhkan supaya upaya menurunkan angka stunting  lebih efektif. Supaya konvergensi ini bisa diimplementasi dengan baik, Wakil Presiden Ma'ruf Amin pun meminta agar setiap lembaga yang terlibat harus  menghilangkan ego sektoral.

“Konvergensi adalah kata yang mudah diucapkan, tetapi seringkali tidak mudah untuk diwujudkan. Untuk mewujudkannya diperlukan upaya keras dari kita semua. Setiap lembaga yang terlibat diminta untuk menghilangkan ego sektoral, karena konvergensi membutuhkan kerja sama antar pihak,” Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10).

Ma'ruf menambahkan, konvergensi harus diwujudkan dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga ke tingkat desa. Langkah awal yang perlu dilakukan yaitu analisis situasi dan pemetaan program untuk mengetahui realitas data stunting, serta program terkait stunting yang telah ataupun belum ada di daerahnya.

Baca Juga: Tingkatkan kesejahteraan, KKP dorong nelayan gabung koperasi

"Dengan melakukan pemetaan, tumpang tindih antar program dapat dihindari dan program yang dibutuhkan tapi belum tersedia dapat diidentifikasi," kata Ma;ruf.

Mengutip data Survei Status Gizi Balita Indonesia Tahun 2019 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat 27,7% anak balita Indonesia mengalami stunting. Artinya, ada sekitar 6,5 juta balita Indonesia yang mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama, dan hal ini dapat menyebabkan stunting di masa mendatang.

Melihat data tersebut, Ma'ruf pun meminta agar stunting harus dicegah bersama-sama untuk menghindari terciptanya generasi penerus yang lemah. Menurutnya, generasi yang lemah tersebut bukan hanya lemah dari sisi pemahaman agama, kesalehan dan ketaqwaan, tetapi juga dari sisi kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Lebih lanjut, Ma'ruf pun berharap agar  setiap kepala daerah berkomitmen dalam upaya percepatan pencegahan stunting ini.

"Dengan komitmen yang kuat dari kepala daerah, pencegahan stunting dapat dijadikan sebagai prioritas pembangunan di daerah dan semua sumber daya yang diperlukan dapat dimobilisasi untuk pencegahan stunting," pungkas dia.

 

Selanjutnya: Kelompok buruh beri rapor merah dalam setahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×