kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Atasi capital flight akibat corona, dunia akan terapkan direct swap line pertama kali


Kamis, 26 Maret 2020 / 23:07 WIB
Atasi capital flight akibat corona, dunia akan terapkan direct swap line pertama kali
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Ketua OJK Wimboh Santoso (kanan) memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua P

Reporter: Abdul Basith | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak penyebaran virus corona (Covid-19) tidak hanya terlihat dari sisi kesehatan tetapi juga dari sisi ekonomi. Hal itu menjadi bahasan KTT Luar Biasa G20 tentang penanganan Covid-19.

Kondisi ekonomi sejumlah negara saat ini tertekan dalam nilai tukar dan mengalami capital flight atau outflow alias dana asing yang keluar dari pasar keuangan domestik. "Sedang dilakukan upaya meningkatkan direct swap line dari IMF kepada negara dunia yang alami capital flight," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ikut mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri KTT LB G20 secara virtual di Istana Bogor, Kamis (26/3).

Baca Juga: Jokowi minta G20 kerja sama temukan vaksin corona

Langkah tersebut diungkapkan Sri pertama kali dilakukan dan belum pernah terjadi. Terobosan itu untuk mencegah negara yang menghadapi risiko nilai tukar.

Sri Mulyani hal tersebut masih disiapkan oleh IMF. Sehingga nantinya swap line bisa dilakukan ke seluruh bank sentral.

G20 sepakat untuk berkolaborasi untuk sinkronisasi kebijakan ekonomi. Menkeu bilang, seluruh negara melakukan kebijakan untuk menjaga ekonomi dan membuat jaring pengaman bagi masyarakatnya.

Baca Juga: Jokowi mengajak G20 kerja sama untuk mengatasi dampak ekonomi Covid-19

Termasuk Indonesia yang juga menyiapkan hal itu dengan merombak fokus kegiatan dan alokasi anggaran. Kebijakan pengaman tidak hanya bagi golongan miskin, juga bagi pihak yang terkena dampak ekonomi dari Covid-19. "Tak hanya kepada kelompok miskin namun juga kepada yang PHK, yang alami pengurangan jam kerja, dan tak bisa bekerja di luar rumah," terang Sri.

Dukungan dunia usaha juga diperlukan dalam penanganan Covid-19. Berbagai relaksasi bisa diberikan mulai dari fasilitas kredit, pembayaran pinjaman, hingga perpajakan. "Ini semuanya merupakan satu hal yang di Indonesia sedang rumuskan," kata Sri.




TERBARU

Close [X]
×