kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Asap Karhutla Berefek ke Negara Tetangga, Menko Dudung: Lahan Gambut Sulit Dipadamkan


Senin, 12 Oktober 2026 / 19:31 WIB
Asap Karhutla Berefek ke Negara Tetangga, Menko Dudung: Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
ILUSTRASI. Kebakaran Hutan / Karhutla (REUTERS/Abriansyah Liberto)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah menaruh perhatian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas hingga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Filipina. Penanganan karhutla menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, terutama karena kebakaran di lahan gambut sulit dipadamkan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan, pemerintah menyadari bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga berpotensi menjalar ke negara-negara sekitar akibat asap yang ditimbulkan.

“Ya memang dampaknya kan ke negara-negara tetangga. Makanya beliau (Prabowo) sangat concern sekali. Karena memang banyak lahan-lahan gambut yang sulit untuk dipadamkan,” ujar Dudung kepada awak media, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Minta Jemaah Umrah RI Waspada

Menurut Dudung, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Kebakaran di lahan gambut membutuhkan penanganan khusus sehingga upaya pemadaman tidak bisa hanya mengandalkan operasi dari udara.

Sebelumnya, pemerintah melaporkan bahwa asap tebal menjadi kendala dalam operasi pemadaman menggunakan helikopter. Karena itu, penanganan di sejumlah wilayah lebih banyak mengandalkan operasi darat.

Pemerintah juga mengoptimalkan langkah mitigasi, termasuk melalui dukungan operasi modifikasi cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mencegah kebakaran meluas.

Meski demikian, Dudung belum merinci langkah diplomatik yang disiapkan pemerintah untuk merespons dampak asap karhutla terhadap negara-negara tetangga maupun perkembangan komunikasi dengan negara terdampak, termasuk apakah akan menerima bantuan dari Malaysia atau tidak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×