kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Apindo: Lockdown akan berdampak besar pada pengusaha


Jumat, 18 Juni 2021 / 16:47 WIB
Apindo: Lockdown akan berdampak besar pada pengusaha
ILUSTRASI. Karyawan mengantri sebelum dilakukan penyuntikan dosis vaksin Covid-19 di Sentul, Bogor. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menghimbau agar pemerintah segera mempercepat proses vaksinasi Covid-19 terhadap seluruh masyarakat Indonesia.

Pasalnya lonjakan kasus Covid-19 akan menghambat produktifitas masyarakat terutama para pekerja. Namun ketimbang memperketat dan melakukan lockdown, Hariyadi meminta agar pemerintah lebih mempercepat vaksinasi.

Alasannya, jika lockdown dilakukan akan berdampak sangat besar terhadap ekonomi global terutama pada pengusaha. “Pandemi ini sudah satu tahun lebih. Jadi kita harus pandai mengaturnya,” ujar Hariyadi kepada Kontan.co.id, Jumat (18/6).

Baca Juga: Kasus Covid-19 meningkat, pemerintah diminta terapkan PSBB

Hariyadi mengatakan sebaiknya pemerintah mencontoh negara-negara lain seperti Amerika karena proses vaksinasi kepada masyarakatnya berjalan dengan cepat sehingga pertumbuhan ekonomi mereka cepat pulih kembali. 

Sedangkan di Indonesia sendiri masih sangat lambat karena berbagai kendala. "Ini sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

“Kalau vaksinnya tersendat, malah jadinya mubazir. Sedangkan tingkat kesadaran masyarakat Indonesia rendah sekali apalagi masyarakat yang ekonominya terbatas. Mau tidak mau harus tetap bekerja. Meskipun lockdown juga efeknya tidak akan signifikan dan hanya akan sementara," ujar Hariyadi.

Selanjutnya: Lebih Waspada Menghadapi Lonjakan Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×