kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Antisipasi jika target pajak meleset


Jumat, 20 Maret 2015 / 16:28 WIB
ILUSTRASI. DPR. Picture taken November 23, 2017. REUTERS/Beawiharta


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah masih berupaya keras mengejar target penerimaan pajak tahun ini. Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan bilang, potensi pajak dari berbagai sektor di Indonesia sangat besar. Hanya, belum maksimal digarap.

Karena itu, Robert tidak menampik, pada tahun ini kemungkinan akan terjadi shortfall atau penurunan perolehan target pajak. Jika terjadi shortfall, ada dua cara yang akan dilakukan pemerintah.

Pertama, belanja pemerintah dipotong. Prioritas pertama belanja pemerintah yang akan dipotong ialah belanja operasional. "Kita tidak akan potong belanja infrastruktur," kata Robert, Rabu (18/3).

Kedua, yakni pemerintah akan melakukan perluasan defisit anggaran. Kalau diperlukan, pemerintah bisa membuka defisit supaya semua program pemerintah bisa berjalan. Tentu saja, ketika defisit diperlebar, target pembiayaan atau utang pemerintah tahun ini akan meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×