kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -13.000   -0,52%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

Anggota DPR minta subsidi LRT dihentikan


Selasa, 03 September 2019 / 22:46 WIB
Anggota DPR minta subsidi LRT dihentikan
ILUSTRASI. Proyek LRT Jabodebek


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Kementerian Perhubungan untuk menghentikan subsidi kereta ringan atau light rail transit (LRT) dihentikan.

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo mengatakan, penghentian subsidi ini mempertimbangkan LRT digunakan oleh masyarakat golongan menengah ke atas.

"Kami minta LRT ini, khususnya LRT di Palembang karena sudah berjalan 1 tahun dihentikan subsidinya. Subsidi ini harus diberikan kepada yang memang membutuhkan, LRT ini dipakai untuk menengah atas," ujar Bambang, Selasa (3/9).

Baca Juga: Setelah Rp 2,3 triliun, Waskita akan terima lagi pembayaran LRT Sumsel Rp 600 miliar

Menurutnya, LRT tersebut juga digunakan untuk menghubungkan bandara dan kota, bukan di pelabuhan, terminal busa atau di terminal angkutan laut, sehingga tidak dimanfaatkan oleh masyarakat golongan menengah ke bawah.

"Jadi saya sangat berharap subsidi ini tidak diberikan ke LRT, tetapi bisa dialokasikan ke bidang lain," tambah Bambang.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membantah perkataan Bambang. Menurutnya, sebagai angkutan massal, sudah selayaknya LRT mendapatkan subsidi. Tidak hanya LRT di Palembang, dia pun mengatakan LRT di Jakarta juga turut mendapatkan subsidi

Menurut Budi, ada keuntungan pula yang didapatkan dengan memberi subsidi  LRT. Pertama, masyarakat akan lebih memilih menggunakan angkutan umum dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.

Baca Juga: Dana proyek LRT Sumatera Selatan cair Rp 2,3 triliun, Waskita Karya akan bayar utang

Dengan begitu, macet dan polusi akan berkurang. "Kalau kita mau membiarkan seperti itu ya jangan disubsidi, operator manapun tidak akan kuat karena harganya akan tinggi," tandas Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×