kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Ahok puji Kadisdik DKI yang selamatkan Rp 2,4 T


Rabu, 25 Juni 2014 / 09:49 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, pergantian sejumlah kepala dinas pada Februari 2014 sudah membuahkan hasil. Menurut dia, para kepala dinas yang baru telah mampu bekerja dengan baik.

Salah satu yang dipuji olehnya adalah Kepala Dinas Pendidikan Lasro Marbun. Menurut dia, Lasro berhasil menyelamatkan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun yang sebelumnya dimasukkan oleh kepala dinas sebelumnya, Taufik Yudi Mulyanto.

"Kita sudah langsung copot Kepala Dinas Pendidikan sama Perhubungan. Begitu kita masukin orang baru, mau tahu si Lasro bisa selametin uang berapa? Rp 2,4 triliun. Dia coret (alokasi anggaran) yang enggak perlu," ujarnya di Balaikota Jakarta, Selasa (24/6/2014).

Karena itu, Ahok merasa, meskipun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru saja memberikan predikat keuangan untuk DKI dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), ia tak merasa ada yang salah dengan pengelolaan keuangan di DKI saat ini.

"Makanya, saya justru berterima kasih. Saya malah minta agar BPK auditnya lebih kejam lagi. Kalau ada 'tikus-tikus' maling, temukan buat saya," ujarnya.

Ada tujuh kepala dinas yang diganti pada Februari lalu. Mereka yang diganti kebanyakan adalah kepala dinas yang instansinya mengalami masalah.

Selain Taufik Yudi, kepala dinas lainnya yang diganti adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono, mantan Kepala Dinas Kebersihan Unu Nurdin, mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ipih Ruyani, mantan Kepala Dinas Sosial Kian Kelana, mantan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Sugiyanta, dan mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Zainal Mussapa. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×