kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Agustus, indeks kepercayaan konsumen naik 1%


Jumat, 07 September 2012 / 15:38 WIB
Agustus, indeks kepercayaan konsumen naik 1%
ILUSTRASI. Kucing sakit. DOK. Instagram @curlycandle


Reporter: Herlina KD | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Optimisme konsumen kembali meningkat pada Agustus 2012. Buktinya, survei yang dilakukan Danareksa Research Institute menunjukkan indeks kepercayaan konsumen pada Agustus 2012 meningkat 1% ke level 92,3%.

Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, peningkatan optimisme masyarakat terhadap keadaan ekonomi dalam enam bulan ke depan membuat kepercayaan konsumen menguat. Selain itu, ada ekspektasi penurunan harga barang setelah Ramadan dan Idul Fitri.

"Pada survei Agustus, konsumen yakin tekanan inflasi akan sedikit menurun dalam enam bulan mendatang," jelasnya seperti dikutip dalam laporan survei DRI Kamis (6/9).

Secara keseluruhan, indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi turun 0,5% jadi 191,3 pada Agustus. Purbaya bulang, ekspektasi penurunan harga barang ini memang tidak mengherankan. Pasalnya, harga barang cenderung kembali normal setelah puasa dan Idul Fitri.

Pengamat Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam menambahkan, naiknya tingkat kepercayaan konsumen pada Agustus disebabkan turunnya ekspektasi inflasi dalam enam bulan ke depan. Menurutnya, puncak inflasi sudah terjadi pada Agustus, sehingga ke depan inflasi bakal lebih melandai.

Alasan lainnya, kata Latif adalah data-data ekonomi Indonesia yang positif. Seperti diketahui, pada kuartal II 2012 ekonomi Indonesia mampu tumbuh 6,4% dan sepanjang semester I 2012 investasi tumbuh 28%.

Latif mengakui, jika dilihat secara lebih luas ada faktor pelemahan nilai tukar dan defisit neraca perdagangan yang bisa mengganjal ekonomi dalam negeri. Tapi, "Secara fundamental, ekonomi Indonesia cukup baik. Ini membuat masyarakat yakin bahwa ekonomi ke depan akan bergerak lebih baik," ujarnya Jumat (7/9).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×