kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Ada 1.000 kapal untuk nelayan


Senin, 06 Juni 2011 / 08:30 WIB
Lagu baru BLACKPINK dan Selena Gomez berjudul Ice Cream yang dirilis Jum'at (28/8). 


Reporter: Riendy Astria | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Program pembagian kapal nelayan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berlanjut hingga 2014 nanti. KKP mulai membagikan kapal nelayan berukuran di atas 30 gross ton (GT) kepada kelompok nelayan kurang mampu sejak tahun lalu.

Dirjen Kapal dan Alat Penangkapan KKP Balok Budiyanto menjelaskan, hingga tahun 2014, pemerintah akan membagikan total 1.000 kapal kepada kelompok nelayan di seluruh Indonesia. "Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan para nelayan," ujarnya akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, hingga akhir Mei 2011 pemerintah telah membagikan 293 kapal di berbagai daerah yang terletak di pesisir. Rinciannya, tahun lalu pemerintah membagi 40 kapal nelayan, sementara tahun ini hingga akhir Mei 2011, pemerintah telah memberikan bantuan 253 kapal.

Balok mengatakan, dalam pembuatan kapal, pemerintah menggandeng pemerintah daerah setempat. Karena program ini bertujuan memberdayakan nelayan, maka para nelayan juga yang membuat kapal. "Kami hanya membantu menyediakan dana serta melakukan monitoring dan pengawasan agar tak ada penyelewengan,” katanya.

Menurut Balok, pemerintah menyediakan dana Rp 1,5 miliar untuk satu kapal di atas 30 GT. Dana itu sudah termasuk dana perencanaan pembuatan kapal hingga perlengkapan kapal.

Nah, untuk mendapatkan dana bantuan pembuatan kapal tersebut, daerah harus mengajukan proposal ke pusat. Pemerintah daerah juga harus berbenah diri dengan menyiapkan pelabuhan.

Pemerintah memprioritaskan pemberian bantuan ini ke daerah yang mempunyai kapal-kapal kecil, sehingga dengan bantuan kapal yang lebih besar ini maka nelayan bisa melaut lebih jauh dan mendapatkan hasil ikan lebih banyak lagi.

Ketua Komisi IV DPR Romahurmuziy mengingatkan, pemerintah harus berhati-hati menjalankan program ini. Sebab program ini rawan penyelewengan. Apalagi tidak semua nelayan bisa membuat kapal di atas 3 GT, sehingga perlu mekanisme yang jelas guna memastikan program ini sampai ke nelayan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×