kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

5 jurus pemerintah antisipasi kemacetan arus balik


Minggu, 10 Juli 2016 / 10:17 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah memutuskan akan menerapkan lima kebijakan untuk mengatasi ancaman kemacetan lalu lintas yang terjadi saat arus balik lebaran yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Sabtu (9/7) dan Minggu (10/7) ini.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, langkah pertama adalah, menggratiskan tol untuk para pemudik.

Penggratisan ini akan diberikan dengan syarat,  bila kepadatan di Gerbang Tol Cikarang Utama mencapai 5 kilometer.

"Kalau sampai 5 kilometer stuck akan dibebaskan. Saya akan monitor terus. Namun kalau masih jalan pelan itu wajar kecuali sudah stuck," kata Basuki dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari ini.

Di samping langkah tersebut, untuk mengurai kepadatan, khususnya di Tol Jakarta Cikampek pihaknya juga akan menerapkan sistem lawan arah atau contraflow. Langkah ketiga, menerapkan sistem jemput transaksi.

Selain langkah- langkah tersebut, pihaknya juga akan melakukan pengalihan arus dan penambahan gardu tol. Basuki berharap, langkah- langkah tersebut bisa efektif dalam mengatasi kemacetan dan kepadatan lalu lintas saat arus balik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×