Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Konflik dan invasi yang melibatkan sejumlah negara dalam beberapa tahun terakhir memicu kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya perang berskala global. Perang antara Rusia dan Ukraina yang belum sepenuhnya mereda, serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS)–Israel dan Iran, membuat situasi geopolitik dunia semakin memanas.
Kondisi ini memunculkan spekulasi mengenai potensi Perang Dunia 3, terutama jika konflik-konflik regional melibatkan lebih banyak kekuatan besar dan aliansi militer global.
Laporan terbaru dari World Population Review (2026) mencatat setidaknya ada 22 negara yang dinilai memiliki peluang tinggi untuk terlibat apabila Perang Dunia 3 benar-benar meletus.
Selanjutnya, sebanyak 34 negara masuk kategori peluang sedang, 44 negara dengan risiko rendah, dan 13 negara dengan kemungkinan sangat rendah untuk ikut terlibat dalam konflik global.
Lantas, mana saja negara yang berpeluang tinggi terlibat jika Perang Dunia 3 pecah?
Negara yang Berpeluang Tinggi Terlibat Perang Dunia 3
Beberapa negara diperkirakan memiliki risiko tinggi untuk terlibat dalam potensi konflik global berskala besar. Dalam daftar ini, sebagian besar adalah kekuatan militer utama dunia.
Berdasarkan Global Firepower Index 2025, China dan Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan indeks 0,079 dan 0,074, menunjukkan kapasitas militer yang sangat kuat dibanding negara lain.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Surat Belasungkawa atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Rusia juga masuk kategori risiko tinggi dengan indeks 0,079, sementara Pakistan tercatat 0,251. Iran berada di 0,305 dan Ukraina di 0,376, negara yang hingga kini masih terlibat konflik berkepanjangan.
Perlu dicatat, semakin kecil nilai Global Firepower Index, semakin kuat kemampuan militer suatu negara. Namun, status “High” tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga faktor geopolitik, konflik regional, dan ketegangan internasional.
Berikut 22 negara yang diperkirakan berpeluang tinggi terlibat Perang Dunia 3:
- China
- Amerika Serikat
- Pakistan
- Nigeria
- Rusia
- Republik Demokratik Kongo
- Iran
- Myanmar
- Sudan
- Irak
- Afganistan
- Yaman
- Ukraina
- Nigeria
- Korea Utara
- Suriah
- Mali
- Burkina Faso
- Somalia
- Israel
- Libya
- Lebanon.
Baca Juga: Bahlil: Konflik AS–Iran yang Berkepanjangan Berpotensi Ganggu Pasokan Energi
Bagaimana dengan posisi Indonesia?
Indonesia termasuk dalam kategori peluang sedang dengan skor Global Firepower Index sebesar 0,256. Meski begitu, Indonesia kerap disebut sebagai salah satu negara yang relatif aman jika Perang Dunia 3 benar-benar terjadi.
Beberapa faktor strategis menjadi pertimbangan.
Pertama, politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai sikap ini membuat Indonesia cenderung tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu.
“Saya yakin itu salah satu alasannya, karena konstitusi Indonesia ini bebas aktif, jadi Indonesia tidak pernah ngeblok,” ujar Trubus dikutip dari Kompas.com, Senin (2/3/2026).
Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu pendiri Gerakan Non-Blok pada 1961, yang dibentuk untuk menjaga jarak dari rivalitas dua kekuatan besar dunia, Amerika Serikat dan Uni Soviet, di era Perang Dingin.
Trubus menambahkan, ketiadaan senjata nuklir di Indonesia dan sebagian besar negara di kawasan sekitar membuat posisi Indonesia relatif lebih aman.
“Kalau prediksi Indonesia aman dari Perang Dunia 3 itu karena di sekitar Indonesia tidak ada yang mempunyai senjata nuklir,” jelasnya.
Faktor geografis juga menjadi keunggulan. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke sepanjang 5.100 kilometer, membuat upaya invasi menjadi lebih kompleks dan membutuhkan logistik besar.
Tonton: Awal 2026 Positif! Kemendag Sebut Ekspor RI Surplus US$ 0,95 Miliar
Sejarah pun menunjukkan Indonesia tidak pernah terlibat langsung dalam Perang Dunia I maupun II.
Pada masa Perang Dunia II, Jepang memang sempat menduduki Indonesia, tetapi penguasaannya lebih terfokus pada kota besar dan pusat strategis. Bentang alam yang luas dan terpisah-pisah oleh lautan menjadi tantangan bagi kekuatan asing.
Dengan kombinasi politik luar negeri bebas aktif, ketiadaan senjata nuklir di kawasan, dan faktor geografis sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki modal yang membuatnya relatif lebih aman dibanding banyak negara lain jika terjadi konflik global berskala besar.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "22 Negara yang Berpeluang Tinggi Terlibat Perang Dunia 3, di Mana Posisi Indonesia?"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













