kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

18 Kloter WNI dipulangkan dari Suriah


Sabtu, 21 Juli 2012 / 23:26 WIB
ILUSTRASI. Kasus anak positif Covid-19 makin tinggi, ini senjata utama cegah penularannya. KONTAN/Baihaki/28/01/2021


Reporter: Dyah Megasari

JAKARTA. Pemerintah RI menyatakan akan memprioritaskan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal atau bekerja di Suriah, sehubungan dengan terjadi konflik berkepanjangan di negara Timur Tengah tersebut. Sejauh ini sudah 17 kloter WNI yang sudah dipulangkan ke Indonesia

"Hari ini dipulangkan 1 kloter lagi, sehingga totalnya sudah 18 kloter. Jumlah seluruhnya sudah 600-an (WNI)," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Sabtu (21/7).

WNI yang belum dikeluarkan dari wilayah konflik saat ini ditampung di Kedutaan Besar RI. Sedangkan, rombongan yang diberangkatkan hari ini diperkirakan akan tiba di tanah air hari Minggu besok.

Sehubungan dengan resolusi PBB yang diveto dua anggota tetapnya, Menlu menyatakan keprihatinannya. "Indonesia sangat prihatin dengan kenyataan sekali lagi Dewan Keamanan PBB gagal menjalankan kewajiannya memelihara perdamaian internasional. Sekali lagi Dewan Keamanan PBB gagal memperbaiki kesatuan," ujar Marty.

Ia menjelaskan, posisi Indonesia sudah diungkapkan secara lugas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden menandaskan, PBB haruslah berperan tidak lagi sebagai kekuatan penjaga perdamaian (peace-keeping force), melainkan sebagai pencipta perdamaian (peace-making). (Imanuel More/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×