kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

10 Tahun Menjabat, Jokowi Sebut Anggaran Kartu Indonesia Sehat Capai Rp 361 Triliun


Jumat, 16 Agustus 2024 / 12:33 WIB
10 Tahun Menjabat, Jokowi Sebut Anggaran Kartu Indonesia Sehat Capai Rp 361 Triliun
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato terkait Laporan Kinerja Lembaga-lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR - DPD Tahun 2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd/tom.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabarkan capaian masa pemerintahannya selama 10 tahun menjabat. 

Jokowi menjabarkan dalam upaya perlindungan bagi masyarakat ekonomi bawah, pemerintah telah menyalurkan sebesar Rp 361 triliun untuk anggaran Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

"Ini telah digunakan untuk membiayai layanan kesehatan lebih dari 92 juta peserta JKN per tahun," jelas Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, DPR DPD RI pagi ini di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jum'at (16/8). 

Baca Juga: Jelang Jokowi Lengser, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Terjebak di Level 5%

Jokowi menambahkan, pemerintah juga telah mengalokasikan sebesar Rp 114 triliun untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) selama dua periode jabatanya. 

Anggaran tersebut telah dimanfaatkan untuk pendidikan lebih dari 20 juta siswa per tahun, mulai dari SD sampai SMA/SMK di seluruh Indonesia. 

Jokowi juga melaporkan, sekitar Rp 60,3 triliun telah dipakai untuk program Pra Kerja selama lima tahun terakhir. 

Kepala negara menyebut program ini telah dimanfaatkan untuk peningkatan keahlian sebanyak 18,8 juta pekerja di Indonesia. 

Baca Juga: Jokowi: Belanja Pemerintah Diprioritaskan untuk Produk Dalam Negeri

"Ini adalah pembangunan yang kita cita-citakan bersama. Pembangunan yang menyentuh semua lapisan masyarakat. Pembangunan yang memberi dampak bagi masyarakat luas," urainya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×