Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can
JAKARTA. Dalam memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia, massa yang tergabung dalam Koalisi Peringatan Hari HAM (KoperHAM) menggelar upacara pengibaran bendera setengah tiang di depan Istana Negara, Senin (10/12). Prosesi pengibaran bendera setengah tiang ini dilakukan dengan cukup sederhana.
Tiang yang digunakan untuk mengibarkan bendera dari besi yang sudah karatan. Seperti pada upacara pengibaran bendera umumnya, peserta upacara berbaris dan bendera dikibarkan oleh tiga orang dengan cukup hikmat sambil diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Koordinator KoperHAM Arif Maulana menjelaskan, pengibaran bendera setengah tiang tersebut dalam rangka berkabung lantaran kondisi penegakan HAM di Indonesia terus mengalami kemunduran dan stagnansi, bahkan bisa dikatakan telah 'mati suri'. "Situasi buruk ini berdampak luas pada terus berlangsung dan berulangnya kasus pelanggaran HAM, Belum lagi kondisi dimana pemerintah justru menjadi aktor pelanggar HAM yang aktif dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan yang normatif," tutur Arif.
Dalam tuntutannya, massa menuntut pemerintah segera menuntaskan permasalahan pelanggaran HAM masa lalu, serta memberikan pemulihan melalui rehabilitasi, rekonsiliasi dan kompensasi kepada korban pelanggaran HAM serta keluarganya. (Nicolas Timothy/Tribunnews)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News