kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

SPT keluarga presiden bocor, ini tanggapan Pajak


Rabu, 30 Januari 2013 / 13:57 WIB
ILUSTRASI. Bursa saham domestik bakal memiliki penyedia likuiditas atawa market maker.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Edy Can

JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak menilai bocornya Surat Pemberitahuan (SPT) milik keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukanlah hal yang mendesak. Sebab, Ditjen Pajak meragukan keaslian SPT tersebut.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kismantoro Petrus menyatakan keaslian SPT itu belum terbukti. Dia mengaku belum melihat secara langsung. "Itukan baru ngomongnya SPT, tapi kami tidak tahu apakah itu SPT benaran atau tidak," ungkapnya saat dihubungi KONTAN, Rabu (30/1).

Kismantoro mengatakan, kebocoran SPT seharusnya tidak dapat terjadi karena selama ini hanya ada dua lembar SPT. Pertama adalah SPT asli yang dimiliki wajib pajak, dan kedua adalah SPT yang berada di kantor pajak. Menurutnya, Ditjen Pajak juga memeriksa tiap pegawai pajak dan juga kantor pajak secara berkala untuk mencegah kebocoran SPT.

Lebih lanjut Kismantoro juga bilang selama ini tidak ada peraturan mengenai harus adanya verifikasi harta anggota keluarga presiden dengan menyertakan SPT yang harus diberikan pada pihak lain. Mengingat ada kabar yang menyebutkan, data SPT yang saat ini ada berasal dari pihak lain diluar kantor pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×