kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Perlu pengawasan membuka lahan lewat membakar

Kamis, 31 Agustus 2017 / 22:10 WIB

Perlu pengawasan membuka lahan lewat membakar

KONTAN.CO.ID - Kasus kebakaran hutan di Indonesia masih didominiasi persoalan sosial di tengah masyarakat. Yang terbaru adalah kebakaran menghanguskan lahan seluas 4.600 hektare di Kupang. Kebakaran ini terjadi karena masyarakat masih diizinkan membakar lahan agar mendapatkaan rumput hijau bagi ternak mereka. Apalagi di sejumlah daerah membakar lahan itu sudah menjadi kearifan lokal.

Kebijakan pemerintah yang masih mengizinkan pembakaran hutan sebenarnya tidak masalah asalkan ada pengawasan yang penuh. Dalam hal ini, Indonesia bisa belajar dari Malaysia. Negeri Jiran ini masih mengizinkan masyarakat melakukan kearifan lokal dengan cara membuka lahan dengan membakar.

Namun bedanya, kegiatan membakar hutan itu dilaporkan ke pemerintah dan diawasi negara. Dalam hal ini, negara hadir dan bertanggungajawab dalam mengelola pembakaran lahan.

"Pengawasan yang ketat merupakan bentuk kehadiran negara dimana api yang ditimbulkan akibat membakar hutan tidak meluas dan menimbulkan kebakaran besar," ujar Ketua Himpunan Gambut Indonesia (HGI) Supiandi Sabiham, Kamis (31/8).

Supiandi menjelaskan, bila masyarakat tidak melaporkan soal pembakaran hutan dan tidak diawasi oleh pemerintah, maka sudah pasti akan menimbulkan kebakaran masif karena jumlah masyarakat yang membakar hutan bisa sangat banyak.

Untuk itu, ia menilai pemerintah tidak bisa hanya mempercayakan pengelolaan kebakaran hutan kepada perusahaan yang memiliki lahan perkebunan di suatu wilayah. Namun ia menilai kesiagaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Desa Bebas Api dalam menangkal kebakaran bisa juga dijadikan contoh mengatasi kebakaran lahan.

Supiandi menambahkan, pemerintah juga harus secara tegas memberlakukan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang melarang membakar. Penegasan itu ada dalam pasal 69 ayat (1) huruf h. Namun ia bilang, pada ayat 2 memuat pasal karet yang membuka peluang untuk melakukan pembakaran dalam membuka lahan. ‚ÄĚKetentuan diatur pada ayat (1) huruf h yang memperhatikan dengan sungguh-sungguh kearifan lokal didaerah masing-masing," terangnya.


Reporter: Noverius Laoli
Editor: Markus Sumartomjon

KEBAKARAN LAHAN

Komentar
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.2895

Close [X]
×