kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Indeks pembangunan manusia RI kalah dari Malaysia


Selasa, 17 April 2012 / 12:24 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden telepon Putin di tengah memanasnya perbatasan Ukraina


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

BATAM. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2011 lalu hanya mampu bertengger di posisi 124 dari 187 negara yang disurvei oleh United Nations Development Program.

Hasil survei tersebut mengungkapkan, IPM Indonesia hanya memperoleh skor 0,617. Peringkat ini turun dari peringkat tahun 2010 lalu di posisi 108.

Demikianlah yang disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman saat memberikan kuliah umum di Politeknik Negeri Batam, Selasa (17/4).

"Di kawasan ASEAN, Indonesia hanya unggul dari Vietnam yang memiliki nilai IPM 0,593, Laos dengan nilai IPM 0,524, Kamboja dengan nilai IPM 0,523, dan Myanmar dengan nilai IPM 0,483, katanya.

Di ASEAN, peringkat IPM tertinggi diperoleh Singapura dengan nilai 0,866. Kemudian disusul Brunei Darussalam dengan nilai IPM 0,838, disusul Malaysia (0,761), Thailand (0,682,) dan Filipina (0,644).

Irman menjelaskan, salah satu komponen yang dihitung dalam penghitungan IPM adalah rata-rata lamanya sekolah. "Rendahnya IPM Indonesia ini menunjukkan dampak dari alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan ini belum terasa," kata Irman (Yovita Arika/Kompas.com).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×