kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.554
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS603.986 -0,83%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Digaji besar, ahli konstruksi lokal masih sedikit

Kamis, 07 Desember 2017 / 15:26 WIB

Digaji besar, ahli konstruksi lokal masih sedikit

KONSTRUKSI BANDARA AHMAD YANI : Pekerja melakukan pengerjaan konstruksi proyek terminal baru bandara internasional Ahmad Yani Semarang Kamis (23/11) Hingga November 2017 ini, PT Angkasa Pura I (Persero) telah menyelesaikan 31 % pekerjaan dari seluruh proyek yang akan di bangun.Dari 5 paket pekerjaan, 2 paket pekerjan telah selesai 100%. Pembanunan bandara yang menghabiskan biaya sekitar 2,075 truliun ini, direncanakan akan beroperasi pada bulan Maret 2018 dan secara keseluruhan pada bulan November 2018. KONTAN/Achmad fauzie 24/11/2017.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kepmen PUPR) 897/2017 tentang besaran remunerasi minimal ahli untuk jasa layanan konsultasi konstruksi yang telah tersertifikasi, pemerintah harapkan bisa dongkrak kualitas pembangunan infrastruktur.

Dalam beleid tersebut, ahli muda lulusan sarjana dengan pengalaman satu tahun kerja saja bisa kantongi minimal Rp 18 juta perbulan. Sementara untuk ahli madya dengan ketentuan serupa bisa dapat Rp 21 juta perbulan. Dan Rp 25,5 juta untuk Ahli Utama dengan ketentuan serupa.

Dengan tingkat pendidikan dan pengalaman lebih para konsultan konstruksi bahkan bisa raup pendapatan jauh lebih besar. Ahli utama bergelar doktor dengan pengalaman 23 tahun misalnya, minimal akan meraih Rp 77 juta perbulan.

Meski telah dijamin dapatkan gaji melimpah, nyatanya jumlah ahli konstruksi tersertifikasi masih sangat minim.

"Secara total dari sekitar 7 juta lebih tenaga kerja konstruksi Indonesia, baru 702.279 pekerja yang tersertifikasi. Atau baru sekitar 9,8%," kata Ketua Lembaga Penyedia Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional Ruslan Rivai, Kamis (7/12) di Tangerang.

Dari LPJK Nasional, pada 2017 hanya ada 95.618 Ahli Muda tersertifikasi, 110.966 Ahli Madya, dan 8.765 Ahli Utama.

Rivai menambahkan, dari jumlah tersebut pun baru sekitar 40%. Padahal kata Ruslan, Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) wajib miliki minimal dua tenaga ahli sebagai penanggung jawab teknis dan konsultan.

"Sisanya kemana? Dari pengamatan kami lantaran masih banyak pekerja konstruksi yang belum tersertifikasi, tenaga ahli ini tidak dijadikan penanggung jawab teknis maupun konsultan, tapi hanya digunakan sebagai syarat menang lelang," sambungnya.


Reporter Anggar Septiadi
Editor : Sanny Cicilia

KETENAGAKERJAAN

Berita terbaru Nasional

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]