: WIB    --   
indikator  I  

4 fokus pemerataan ekonomi ala pemerintah

4 fokus pemerataan ekonomi ala pemerintah

JAKARTA. Tahun 2018,  pemerintah berniat melakukan pemerataan ekonomi dengan melakukan empat fokus. Yang pertama melakukan reformasi agrarian. Kedua, melakukan pembenahan pertanian, perkebunan, nelayan. Ketiga melakukan vokasi. Keempat, pengaturan ritel dan pasar tradisional.

Dari empat fokus akan dilakukan pemerintah untuk pemerataan ekonomi, hanya vokasi saja yang sudah bisa dijalankan pemerintah di tahun ini.

Hal itu dikatakan oleh Iskandar Simorangkir selaku Deputi bidang ekonomi makro dan keuangan RI. Ia bilang, pemerintah tengah menggodok dengan matang agar aturan-aturan untuk pemerataan ekonomi di tahun depan bisa dilaksanakan tepat sasaran.

"Sementara kami lagi pembahasan, supaya tatanannya tepat dan sesuai kondisi di lapangan. Kami tidak mau nantinya implementasi kebijakan ini malah tidak tepat sasaran," kata Iskandar, pada KONTAN, Senin (20/3).

Dia bilang, pemerintah baru bisa menjalankan vokasi pada tahun ini karena penerapannya bisa berjalan dengan mudah, tanpa perlu aturan yang rumit.

"Nah fokus yang lainnya,seperti reformasi agraria, pertanian, perkebuanan dan nelayan, serta pengaturan antara ritel dan pasar tradisionla hanya dipastikan aturannya saja yang keluar tahun ini. Sedangkan implementasinya baru bisa kick off di tahun depan. Kalau aturan-aturannya, tahun ini mudah-mudahan selesai, supaya nanti di tahun 2018 kita bisa eksekusi full year," jelas Iskandar.

Bicara mengenai anggarannya, kata Iskanadar, hanya program yang dibutuhkan penajaman seperti vokasi, yang bisa diajukan di APBN P 2017. Sedangkan sisanya, kemungkinan baru akan masuk di APBN 2018. Namun Iskandar belum bisa memastikan berapa anggarannya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bilang, pihaknya tengah melakukan vokasi di beberapa provinsi di tahun ini. Ia sudah dilakukan vokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur dengan 50 industri dan 234 SMK. Nah, pekan depan, pihaknya akan mendorong vokasi di Jawa Tengah terhadap sekitar 100 industri dan lebih dari 500 SMK.

"Target kami dari 2017 hingga 2019 satu juta orang untuk ikut vokasi," kata Airlangga.


Reporter Ramadhani Prihatini

MAKROEKONOMI

Feedback   ↑ x
Close [X]