kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.542   12,00   0,07%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Zulhas Pastikan Tak Akan Impor Beras untuk Progam Makan Bergizi Gratis


Senin, 06 Januari 2025 / 16:54 WIB
Zulhas Pastikan Tak Akan Impor Beras untuk Progam Makan Bergizi Gratis
ILUSTRASI. FOTO ANTARA/Anis Efizudin/YU. Zulhas menyebut pasokan beras dan sejumlah bahan baku lainnya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan didatangkan secara impor.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut pasokan beras dan sejumlah bahan baku lainnya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan didatangkan secara impor.

Dia menegaskan, pasokan pangan dari dalam negeri diklaim cukup untuk menjalankan program makan bergizi gratis yang resmi dijalankan mulai hari ini, Senin (6/1).

“Belum, tadi kita tidak bahas (soal kemungkinan kebutuhan impor untuk MBG). Hari ini kan launching, nanti kita lihat lah evaluasi seperti apa. Karena kesiapannya sudah hampir setahun, kan? Saya kira tidak akan ada masalah,” jelasnya saat konferensi pers di Graha Mandiri, Jakarta, Senin (6/1).

Baca Juga: Tidak Semua Siswa Mendapatkan Susu dalam Program Makan Bergizi Gratis

Akan tetapi, Zulhas memberi sinyal proses impor susu kemungkinan masih akan ada. Mengingat, pasokan susu dalam negeri disebut belum dapat memenuhi kebutuhan.

“Ya, susu memang ada impornya. Tapi seperti biasa saja. Tapi yang lain, akan disesuaikan dengan pangan di daerah,” tambahnya.

Namun demikian, Badan Gizi Nasional (BGN) memang mengakui sejumlah sekolah di Indonesia tidak menerima susu dalam program makan bergizi gratis (MBG) yang dilaksanakan, Senin (6/1/2025). 

Kepala BGN, Dadan Hindayana menuturkan, pemberian susu hanya diperuntukkan bagi wilayah-wilayah yang memiliki sapi perah. 

“Sudah saya jelaskan, susu akan menjadi bagian makanan bergizi untuk wilayah-wilayah di mana sapi perahnya ada," kata Dadan, usai rapat dengan Komisi IX di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (6/1)

Keputusan untuk memberikan susu hanya di daerah dengan usaha ternak sapi perah bertujuan untuk memberdayakan sumber daya lokal.

Baca Juga: PHR Catatkan Lifting 58 Juta Barel Minyak di Blok Rokan Sepanjang 2024

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×